Selasa, 28 April 2026

Enam Warga Palestina Kabur dari Penjara Paling Ketat di Israel

Enam warga Palestina melarikan diri dari penjara Gilboa di utara Israel yang memiliki keamanan tinggi pada Senin (6/9/2021)...

Editor: Muliadi Gani
AFP/SAID KHATIB
Puluhan wanita melakukan aksi dengan membagikan permen untuk merayakan pelarian enam warga Palestina dari penjara Israel, di Rafah, Jalur Gaza selatan, Senin (6/9/2021) 

PROHABA.CO, GAZA - Enam warga Palestina melarikan diri dari penjara Gilboa di utara Israel yang memiliki keamanan tinggi pada Senin (6/9/2021).

Laporan media Israel memaparkan keenam warga Palestina itu merupakan anggota kelompok milisi.

Lima tahanan yang kabur dikabarkan anggota gerakan Jihad Islam, sementara itu satu tahanan lainnya merupakan mantan komandan kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan faksi Fatah di Palestina.

Menurut laporan media, keenam napi tersebut merupakan teman satu sel di Penjara Gilboa, utara Israel.

"Semalam, kami menerima beberapa laporan terkait sejumlah individu mencurigakan di ladang pertanian dan dari petugas penjara, yang dengan cepat mengetahui ada tahanan yang hilang berjumlah enam orang," kata juru bicara kepolisian Israel, Eli levy, kepada Kan Radio seperti dikutip Reuters.

Sementara itu, komandan militer di utara Israel, Arik Yaacov, mengatakan keenam napi tersebut kabur melalui lubang yang dibuat di lantai toilet sel tahanan mereka yang tembus ke lorong-lorong penjara.

Seorang juru bicara kepolisian Israel meyakini para narapidana mencoba mencapai Tepi Barat.

Salah satu napi diidentifikasi sebagai Zakaria Zubeidi, mantan komandan Brigade Martir Al-Aqsa Fatah.

Baca juga: Kekerasan Pecah Setelah Palestina Berdemonstrasi Menentang Presiden Mahmoud Abbas

Kelompok itu melakukan serangan mematikan terhadap Israel selama gerakan intifada kedua 2000-2005.

Penjara Gilboa berjarak sekitar empat kilometer dari perbatasan di Tepi Barat, Palestina.

Penjara itu menjadi salah satu fasilitas dengan keamanan paling tinggi di Israel.

Selama ini, penjara itu kerap menampung narapidana Palestina yang divonis bersalah atas kejahatan kriminal dan yang dicurigai melakukan penyerangan anti-Israel.

Sebuah organisasi tahanan Palestina menuturkan empat dari enam napi yang kabur telah divonis penjara seumur hidup.

Sementara itu, beberapa faksi Palestina malah menyambut baik kabar keenam tahanan yang kabur itu.

"Kemenangan besar ini membuktikan bahwa kemauan dan tekad tentara pemberani kita di dalam penjara musuh tidak dapat terkalahkan," kata juru bicara Hamas, Fawzi Barhoum.

Kantor Perdana Menteri Israel menuturkan sang PM, Naftali Bennett, telah berbicara dengan menteri keamanan dalam negeri Israel dan menekankan bahwa ini merupakan insiden serius.(CNN Indonesia)

Menlu RI Retno Marsudi: Saya Yakin Palestina akan Merdeka, Ajak Negara Non Blok Satukan Suara

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved