Internasional
Banjir dan Longsor Terjang India dan Nepal, 150 Tewas
Hujan yang memecahkan rekor dan banjir besar menewaskan sedikitnya 150 orang di India dan Nepal selama beberapa hari terakhir, ...
PROHABA.CO, NEW DELHI - Hujan yang memecahkan rekor dan banjir besar menewaskan sedikitnya 150 orang di India dan Nepal selama beberapa hari terakhir, menurut pejabat manajemen bencana pada Kamis (21/10).
Menurut Kementerian Dalam Negeri Nepal, 77 orang tewas pekan ini akibat banjir dan tanah longsor, setelah hujan deras yang dimulai pada Senin (18/10).
Sekitar 22 orang terluka, dan 26 hilang.
Banjir terutama terjadi di daerah-daerah di Nepal Barat, dekat dengan negara bagian Uttarakhand di India utara.
Sementara di India, sedikitnya 46 orang tewas di Uttarakhand dan 27 mayat ditemukan di negara bagian Kerala, India selatan, menurut pejabat dari kedua negara bagian melansir CNN.
Kedua negara bagian itu mulai menerima hujan lebat selama akhir pekan, yang mengakibatkan tanah longsor, jembatan dan rumah runtuh, dan sungai meluap.
Rekaman udara dari daerah yang terkena dampak menunjukkan desa-desa sebagian terendam oleh air banjir.
"Ada kerugian besar akibat banjir ... tanaman telah hancur," kepala menteri Uttarakhand, Pushkar Singh Dhami, mengatakan kepada mitra Reuters ANI setelah mensurvei kerusakan pada Selasa malam (19/10).
"Penduduk setempat menghadapi banyak masalah, jalan-jalan tergenang air, jembatan-jembatan hanyut.
Di Uttarakhand, distrik Nainital adalah daerah yang paling parah terkena dampak dengan kematian terbanyak, menurut pejabat senior polisi Ashok Kumar.
Baca juga: Tersapu Banjir Saat Sedang Tamasya di Humbahas, Seorang Mahasiswi UNIMED Ditemukan Tewas
Baca juga: Warga Belawan Diminta Waspada Potensi Banjir Pesisir hingga 11 Oktober
Sedikitnya 3.000 orang harus dievakuasi dari sebuah perahu di Sungai Sarda, yang meluap pada Senin (18/10), kata dia.
Banjir datang di tengah muaim ziarah keagamaan yang disebut Chardham Yatra, di mana umat Hindu dari seluruh India melakukan perjalanan ke Uttarakhand.
Hingga 100 peziarah dari negara bagian Gujarat barat mengunjungi Uttarakhand ketika banjir tiba, menurut menteri manajemen bencana Gujarat Rajendra Trivedi.
Enam dari peziarah itu terperangkap di hulu Kedarnath, salah satu situs keagamaan utama.
Sebuah helikopter dikirim untuk mengevakuasi para peziarah, tetapi kondisi cuaca buruk menggagalkan upaya penyelamatan, kata Trivedi, Selasa (19/10).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Foto-yang-diberikan-oleh-Angkatan-Laut-India-mendistribusikan-bantuan-korban-banjir.jpg)