Tahukah Anda
Apa yang Terjadi Jika Suhu Bumi Naik 3 Derajat Celsius?
Sebanyak 184 kota ikonik di dunia diprediksi akan tenggelam atau terendam air jika terjadi kenaikan permukaan laut, akibat emisi karbondioksida ...
PROHABA.CO - Sebanyak 184 kota ikonik di dunia diprediksi akan tenggelam atau terendam air jika terjadi kenaikan permukaan laut, akibat emisi karbondioksida yang tidak ditekan sehingga menyebabkan suhu bumi naik.
Climate Central meluncurkan studi baru tentang dampak jangka panjang kenaikan permukaan laut terhadap seluruh dunia, terutama di lokasi-lokasi atau kota-kota ikonik di dunia.
Untuk diketahui, penelitian ini, digabungkan dengan data dan visual dari Google Earth, memungkinkan ilustrasi yang tepat tentang ketinggian air di masa depan di lebih dari 200 lokasi pesisir di seluruh dunia.
Terkumpul dalam koleksi dokumentasi, yakni “Menggambarkan Masa Depan Kita”, isinya mencakup simulasi video dan rendering fotorealistik dari permukaan laut berabad-abad di masa depan di sekitar landmark dan lingkungan ikonik.
Dalam analisis ini, para peneliti melihat dampak multiabad dari emisi tinggi pada kenaikan permukaan laut--200 hingga 2.000 tahun di masa depan--yang mencerminkan apa arti pilihan kita hari ini bagi generasi mendatang, menurut rilis Climate Central yang dikutip dari Yayasan Indonesia Cerah, Senin (25/10/2021).
Penelitian ini mengilustrasikan sebuah waktu yang sempit untuk membatasi kerugian pada kota pesisir di masa depan karena naiknya air laut, terutama yang berdampak pada sekitar sejumlah kota ikonik di dunia.
Studi yang diterbitkan dalam Environmental Research Letters itu mengidentifikasi tempat mana yang dapat diselamatkan atau hilang dalam jangka panjang akibat dari perubahan iklim saat ini yang berpotensi terkait dengan hasil negosiasi iklim PBB COP26 mendatang, pada tanggal 1-12 November di Glasgow, Skotlandia.
Baca juga: Dua Fenomena Alam Terbaru Pengaruhi Suhu Atmosfer
Baca juga: Astronom Temukan Planet Neraka Bersuhu 2.7000 Celsius
Di mana, ratusan tempat tinggal di kota-kota pesisir dan daratan serta nasib satu miliar orang saat ini sedang dipertaruhkan.
Sebuah studi yang dilengkapi dengan ilustrasi dan gambaran dampaknya pada peta ini menunjukkan apa taruhan yang bisa dipertimbangkan oleh para pemimpin setiap negara dalam negosiasi iklim COP26.
Kenaikan permukaan air laut ini sangat erat kaitannya dengan emisi karbon atau efek gas rumah kaca.
Sifat gas rumah kaca yang mengikat panas, apabila konsentrasi gas-gas tersebut di atmosfer mengalami peningkatan maka panas matahari yang terperangkap di atmosfer menjadi lebih banyak.
Alhasil, akumulasi panas inilah yang dapat menyebabkan peningkatan suhu permukaan bumi yang dapat berpotensi menyebabkan beberapa kota ikonik di dunia diprediksi tenggelam.
Oleh karena itu, jika konsentrasi gas-gas rumah kaca terus meningkat di atmosfer, maka fenomena pemanasan global akan terjadi.
United Nation Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) menetapkan enam jenis gas rumah kaca yang dihasilkan oleh tindakan manusia, yaitu kabondioksida (CO2), metana (CH4), nitro oksida (N2O), hydrofluorocarbons (HFCs), perfluorocarbons (PFCs), dan sulfer hexafluoride (SF6).
Sebagai informasi, berdasarkan banyak penelitian menunjukkan bahwa suhu permukaan bumi sudah naik rata-rata 1 derajat Celsius sejak awal revolusi industri atau akhir abad ke-18. Diperkirakan, kenaikan suhu bumi ini akan mencapai 2 derajat Celsius pada pertengahan abad ini dan lebih dari 3,5 derajat Celsius pada akhir 2100 jika tidak dilakukan tindakan drastis untuk mengurangi laju pertambahan emisi akibat aktivitas manusia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Visualisasi-Burj-Khalifa-Dubai-setelah-suhu-bumi-naik-3-derajat-Celsius.jpg)