Tahukah Anda
Cara Membedakan Batuk Pilek pada Gejala Flu dan Omicron
Belakangan ini banyak orang yang mengalami batuk dan pilek, di tengah kekhawatiran akan munculnya varian baru Covid-19 Omicron ...
PROHABA.CO - Belakangan ini banyak orang yang mengalami batuk dan pilek, di tengah kekhawatiran akan munculnya varian baru Covid-19 Omicron.
Mungkin orang yang mengalami sakit tenggorokan, pilek, demam, dan nyeri tubuh bertanya-tanya apakah terinfeksi Covid-19 atau bukan, terlebih di musim penghujan seperti ini yang biasanya banyak orang terserang flu.
Mengingat varian corona Omicron kemungkinan lebih cenderung bergejala ringan, menjadikan orang merasa lebih sulit membedakan infeksi pernapasan yang terjadi.
Melansir The National News, jika hanya berdasarkan gejala, kemungkinan akan sulit membedakan flu biasa dan infeksi Covid-19, terutama jika disebabkan oleh varian Omicron yang penderitanya di Indonesia kini sudah mencapai 254 kasus.
Untuk itu, perlu dilakukan pengujian untuk memastikan gejala flu atau infeksi Omicron.
“Menurut saya, pilek biasa dan Omicron sulit dibedakan,” ujar Pemimpin European Society of Clinical Microbiology and Infectious Diseases dari Aarhus University Hospital di Denmark, Prof Eskild Petersen.
Baca juga: Penderitanya Bergejala Ringan, Tapi Omicron Tetap Perlu Diwaspadai
Spesialis penyakit menular di Universitas Cardiff di Inggris Dr Andrew Freedman menuturkan, banyak orang terutama yang telah divaksinasi menderita gejala yang dianggap sebagai flu biasa.
Sementara itu, National Health Service (NHS) Inggris menyampaikan bahwa gejala utama dari infeksi Covid-19, termasuk suhu tubuh tinggi, batuk terus-menerus, dan kehilangan atau perubahan pada indera perasa atau penciuman.
Beberapa gejala tumpang tindih dengan flu biasa, yang mungkin juga termasuk hidung tersumbat atau berair, nyeri otot, dan bersin.
Apakah bisa membedakan influenza dan Covid-19?
Masih sulit membedakan flu dan kasus ringan Covid-19, tapi flu lebih cenderung menghasilkan indikator yang berbeda.
“Flu bisa menjadi penyakit yang lebih parah dengan rasa sakit dan nyeri,” ujar Dr Freedman.
Secara khusus, influenza dapat menyebabkan seseorang mengalami nyeri otot dan nyeri punggung, gejala yang biasanya tidak terkait dengan Covid-19, terutama jika disebabkan oleh varian Omicron.
“Jika benar-benar menderita influenza, secara umum mengalami demam dan nyeri otot,” ujar Prof Petersen.
Terkadang, lanjut dia, beberapa gejala Covid-19 mengalami kehilangan penciuman, yang mana ini biasanya tidak ditemukan pada flu.
Menurut NHS, selain tubuh yang sakit, gejala flu yang mungkin muncul dengan cepat dapat mencakup peningkatan suhu tubh secara tiba-tiba di atas 38 derajat Celsius, merasa lelah, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala.
Baca juga: 6 Fakta yang Harus Diketahui tentang Covid Varian Omicron
Untuk memastikannya, seseorang yang mengalami gejala-gejala di atas dapat melakukan isolasi diri dan dites PCR.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengungkapkan, orang yang terinfeksi virus corona dapat menularkan patogen, bahkan saat bergejala ringan atau tanpa gejala.
Selain itu, vaksinasi tetap direkomendasikan secara luas sebagai cara mengurangi infeksi menjadi parah dan kematian, meskipun orang dengan gejala Covid-19 tidak boleh divaksinasi sampai sembuh.
Apa yang harus dilakukan saat gejala memburuk? Dikabarkan Global News, mirip dengan varian Delta dan varian lainnya, varian Omicron yang menginfeksi orang dengan tekanan darah tinggi, diabetes, atau yang menggunakan obat imunosupresif dapat berisiko lebih besar untuk menjadi penyakit yang parah.
Sedangkan orang yang tidak divaksinasi atau divaksinasi dan masih terkena dampak, dapat mengalami sesak napas, nyeri tubuh, sakit perut, dan masalah pencernaan yang dapat bergantung pada tingkat keparahannya.
Jika mengalami gejala yang berlangsung lebih dari beberapa hari dan semakin memburuk, maka dapat segera menghubungi layanan kesehatan dan harus segera memeriksakan diri dan membutuhkan tes diagnostik untuk mengetahui infeksi.
Adapun bagi orang yang mengalami gejala flu atau pliek, disarankan untuk tinggal di rumah dan mengisolasi diri setidaknya selama lima hari, dan dapat melakukan tes agar dapat memastikan infeksinya. (Kompas.com)
Baca juga: Negara-negara Eropa Mulai Mengunci Diri Gara-gara Wabah Covid-19 Omicron
Baca juga: Cegah Penyebaran Omicron, Pemerintah Diminta Tutup Sementara Penerbangan Reguler Rute Internasional
Baca juga: Ini Jenis Masker yang Disarankan Ahli untuk Tangkal Omicron