Breaking News:

Tahukah Anda

Gerbang Neraka di Turkmenistan akan Ditutup

Pemerintah Turkmenistan berencana akan memadamkan api pada kawah gas alam berapi raksasa di negara itu yang dikenal dengan julukan 'Gerbang Neraka'...

Editor: Muliadi Gani
FOTO: GETTY IMAGES VIA BBC INDONESIA
Gerbang Neraka misterius di kawasan Padang Pasir Karakum, Turkmenistan. Asal usul terbentuknya Kawah Darvaza dengan api yang berkobar selama puluhan tahun ini masih misteri. Presiden Turkmenistan ingin kobaran api itu dipadamkan segera. 

PROHABA.CO - Pemerintah Turkmenistan berencana akan memadamkan api pada kawah gas alam berapi raksasa di negara itu yang dikenal dengan julukan 'Gerbang Neraka'.

Hal itu disampaikan oleh Presiden Turkmenistan, Gurbanguly Berdymukhamedov dalam sebuah acara di televisi baru-baru ini.

Dia kemudian meminta para ahli untuk menemukan cara memadamkan api yang telah menyala selama beberapa dekade ini, karena alasan pencemaran lingkungan serta hilangnya potensi perekonomian di wilayah sekitar Gerbang Neraka.

Selain itu, Berdymukhamedov mengungkapkan bahwa kawah gas Darvaza di Gurun Karakum tersebut telah menganggu kesehatan masyarakat di sekitarnya.

“Kami kehilangan sumber daya alam yang berharga yang mana kami bisa mendapatkan keuntungan yang signifikan dan menggunakannya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat kami,” katanya seperti dilansir dari The Guardian, Sabtu (8/1/2022).

Kawah gurun 'Gerbang Neraka' terletak sekitar 260 kilometer di utara ibu kota Ashgabat dan merupakan wisata populer bagi sejumlah turis yang datang ke Turkmenistan. 

Baca juga: Misteri Kawah Darvaza, “Gerbang Neraka” yang Terus Menyala

Baca juga: Sumur Barhout, Lubang Misterius yang Dijuluki “Sumur Neraka”

Terbentuk pada tahun 1971

Melansir NPR, Sabtu (8/1/2022) diwartakan berita Turkmenportal, pada tahun 1971 keruntuhan pengeboran gas membentuk kawah, dengan diameter sekitar 60 meter dan kedalaman 20 meter.

Oleh karenanya, untuk mencegah penyebaran gas para ahli geologi menyalakan api dan berharap gas akan habis dalam beberapa minggu.

Ternyata, hingga kini apinya tak kunjung padam. Lubangnya terus terbakar.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved