Rabu, 15 April 2026

Tahukah Anda

Gejala Omicron yang Sering Muncul serta Cara Mencegah Penularannya

Varian B.1.1.529 atau Omicron menyebar dengan cepat di berbagai negara termasuk Indonesia. Di Jakarta saja kasus Omicron hampir 1.000, ...

Editor: Muliadi Gani
FOTO: SHUTTERSTOCK
Ilustrasi gejala Covid-19 varian Omicron. 

PROHABA.CO - Varian B.1.1.529 atau Omicron menyebar dengan cepat di berbagai negara termasuk Indonesia.

Di Jakarta saja kasus Omicron hampir 1.000, sehingga Wakil Gubernur DKI Jakarta mengimbau warga ibu kota agar tidak ke luar rumah jika tak ada keperluan yang sangat mendesak.

Menurut Pakar Penyakit Menular di Amerika Serikat, Dr Anthony Fauci, semua orang berpotensi tertular varian ini.

"Omicron, dengan tingkat penyebarannya yang luar biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya, pada akhirnya akan ditemukan (menginfeksi) hampir semua orang," ujar Fauci dilansir dari Eat This, Selasa (18/1/2022).

Dia tambahkan, orang yang sudah divaksinasi atau mendapatkan booster pun berpotensi untuk terinfeksi Covid-19 varian Omicron.

Namun, sebagian besar pasien tidak bergejala ataupun hanya bergejala ringan, sehingga tidak banyak kasus yang dirawat di rumah sakit dan meninggal.

Di sisi lain, para ahli telah menyimpulkan beberapa gejala varian Omicron yang dapat mengindikasikan Anda sudah terinfeksi virus ini.

Baca juga: Mengapa Orang yang Sudah Vaksin Bisa Kena Omicron?

Gejala Omicron

Berikut gejala Covid varian Omicron bila menginfeksi seseorang.

1. Demam

Dokter di School of Medicine University of Zagreb, Dr Kristina Hendija memaparkan gejala utama Omicron yang sering dikeluhkan pasien adalah demam.

Beberapa pasien juga merasakan sensasi kedinginan disertai demam yang berlangsung selama satu atau dua hari.

“Mayoritas pasien menyatakan mengalami demam meskipun klaimnya cenderung subjektif,” kata Hendija.

2. Batuk

Gejala Omicron selanjutnya, menurut Dr Hendija, adalah batuk.

Sebab, sama seperti virus corona awal varian Omicron tetap memengaruhi sistem saluran pernapasan.

"Pasien juga sering mengeluh bahwa mereka merasa ingin mengeluarkan dahak tetapi tidak mampu melakukannya meskipun batuk berulang kali," terangnya.

Baca juga: Cara Membedakan Batuk Pilek pada Gejala Flu dan Omicron

3. Kelelahan dan lemas

Banyak pasien Omicron juga mengaku mudah kelelahan dan lemas setiap hari setelah terinfeksi Covid-19.

Gejala ini, kata Hendija, lebih cepat mereda dibandingkan dengan infeksi dari varian Delta.

Senada dengannya, Direktur di Institute for Autoimmune and Rheumatic Disease di Saint Joseph Health, dr Robert G Lahita menyebutkan, bahwa sakit tenggorokan, sesak napas, batuk, penyumbatan saluran pernapasan, demam, hingga sesak napas bisa menjadi gejala varian Omicron.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), orang yang terpapar Covid-19 melaporkan beberapa gejala ringan hingga sedang yang muncul dari dua sampai 14 hari setelah terinfeksi.

Perbedaan flu dan Covid-19

Banyak orang yang masih keliru membedakan gejala Covid-19 dengan gejala flu.

Akan tetapi, Kepala Departemen Kedokteran Paru di Klinik Cleveland dr Daniel Culver mengatakan, pilek atau flu biasa hanya menyebabkan gejala ringan dan akan sembuh dengan sendirinya.

Sedangkan Omicron, sama seperti varian virus corona lainnya, termasuk Delta, dapat menyebabkan penyakit serius atau fatal.

"Satu-satunya cara untuk mengetahui secara pasti (flu atau Covid-19) adalah dengan melakukan tes, baik antigen cepat atau PCR," jelas Lahita.

Baca juga: 6 Fakta yang Harus Diketahui tentang Covid Varian Omicron

Cara cegah Omicron

1. Mendapatkan vaksinasi Covid-19

Dokter Lahita menegaskan, vaksinasi Covid-19 saat ini mampu untuk mencegah keparahan penyakit akibat infeksi Covid-19 varian apa pun.

“Omicron masih menulari orang meski sudah divaksin.

Omicron adalah varian yang banyak mutasinya.

Divaksin bukan berarti tidak akan tertular.

Tujuannya, agar tidak masuk rumah sakit dan menjaga Anda dari kematian jika Anda terkena virus," ujarnya.

2. Menerapkan protokol kesehatan

 Di samping vaksinasi, Hendija menjelaskan cara cegah Omicron adalah dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) seperti mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak di tempat umum.

"Covid adalah proses infeksi dan sistem kekebalan tubuh kita yang melawan virus.

Memiliki sistem kekebalan yang lebih kuat dengan mempertahankan gaya hidup sehat adalah cara untuk melindungi diri sendiri dan mengurangi risiko tertular penyakit parah," pungkasnya. (Kompas.com)

Baca juga: Penderitanya Bergejala Ringan, Tapi Omicron Tetap Perlu Diwaspadai

Baca juga: Ini Jenis Masker yang Disarankan Ahli untuk Tangkal Omicron

Baca juga: Omicron Terdeteksi di Indonesia, Kemenkes Minta Warga Kurangi Mobilitas

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved