Selasa, 14 April 2026

Tahukah Anda

Wabah Tertawa Pernah Terjadi di Dunia

Wabah tertawa mungkin terdengar tidak berbahaya. Tetapi, faktanya, wabah tertawa tidak sesederhana itu. Dalam konteks ini, tawa bukan hanya suara ...

Editor: Muliadi Gani
ilustrasi - Wabah Tertawa Pernah Terjadi di Dunia 

PROHABA.CO - Wabah tertawa mungkin terdengar tidak berbahaya.

Tetapi, faktanya, wabah tertawa tidak sesederhana itu.

Dalam konteks ini, tawa bukan hanya suara gembira, ia bisa menjadi tanda kesusahan yang didorong oleh kemarahan atau kesedihan.

Wabah tertawa Tanzania (saat itu masih bernama Tanganyika) yang terjadi pada tahun 1962 merupakan fenomena yang tidak saja unik, tetapi juga memunculkan banyak pertanyaan.

Penyebab wabah tertawa Dilansir dari Atlas Obscura, wabah tertawa dimulai di sekolah perempuan yang kemudian menyebar ke komunitas lain.

Wabah ini menularkan tawa tak terkendali yang memengaruhi sekitar 1.000 orang, berlangsung beberapa bulan, dan menyebabkan penutupan sementara 14 sekolah.

Sebagian besar kasus penyakit psikogenik massal dimulai dari satu individu.

Dalam kasus ini, seorang siswi kemungkinan besar tertawa terbahak-bahak, menimbulkan efek berantai hingga gadis-gadis di sekitarnya juga ikut tertawa.

Baca juga: Negara-negara Eropa Mulai Mengunci Diri Gara-gara Wabah Covid-19 Omicron

Gejala penderitanya berupa serangan berulang dari tertawa dan menangis yang berlangsung selama beberapa jam hingga 16 hari.

Tak hanya tertawa, serangan ini disertai dengan kegelisahan, lari tanpa tujuan, dan terkadang kekerasan.

Christian Hempelmann dari Texas A&M University telah melakukan penelitian tentang wabah tertawa ini.

Hempelmann menjelaskan wabah tertawa sebagai kasus penyakit psikogenik atau sosiogenik massal, yakni penyakit yang dapat menyerang dalam berbagai pengaturan stres tinggi.

Faktor stres di kasus ini mungkin termasuk harapan yang dikenakan di sekolah-sekolah Tanzania yang dikelola Inggris dan ketidakpastian kemerdekaan Tanganyika.

Penyakit psikogenik Menurut Hempelmann, penyakit psikogenik memiliki semua jenis gejala saraf dan tawa hanyalah salah satunya.

Meskipun kasus Tanzania ini sudah ditutup, kasus serupa dari penyakit psikogenik massal terjadi di antara kelompok orang yang tidak mampu melepaskan diri dari situasi stres.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved