Tahukah Anda
Wabah Tertawa Pernah Terjadi di Dunia
Wabah tertawa mungkin terdengar tidak berbahaya. Tetapi, faktanya, wabah tertawa tidak sesederhana itu. Dalam konteks ini, tawa bukan hanya suara ...
Dalam situasi seperti ini, orang tersebut tidak memiliki kekuatan untuk mengatasi stres dan tidak dapat memberikan respons terhadap lain.
Baca juga: AS Minta China Bebaskan Jurnalis Wuhan yang Laporkan Wabah Covid-19
“Mereka harus mengekspresikan dirinya secara fisik, yang memberi cara untuk mengatakan ‘lihat aku menderita’,” jelas Hempelmann.
“Ini tidak gila seperti yang orang pikirkan,” tambahnya.
Penelitian tentang tertawa Bidang penelitian tentang tertawa yang dikenal sebagai gelotologi, berupaya menjelaskan manfaat tertawa bagi pikiran dan tubuh.
Tertawa telah dikaitkan dengan berkurangnya hormon stres dan peningkatan endorfi n, yang pada gilirannya dapat memberikan bantuan fisik dan psikologis.
Sejauh gagasan terakhir ini, Hempelmann mengatakan bahwa itu adalah teori humor Freudian klasik.
“Kita membangun beberapa tekanan psikis magis dan tawa memungkinkan kita melepaskannya.”
Hempelmann tidak berpikir itu adalah teori yang baik untuk menjelaskan peran tawa dan bagaimana humor bekerja.
“Secara statistik, dalam konteks ini, ini tidak merilis apa pun.
Orang-orang ini menderita dan mereka mengekspresikan penderitaan melalui tawa,” ujarnya. (Kompas.com)
Baca juga: Tangani Wabah Ebola, 21 Staf WHO di Kongo Lecehkan Wanita dan Anak-anak
Baca juga: Wabah Jamur Hitam Kabarnya Masuk Indonesia, Setelah Bunuh 4.200 Orang di India, Simak Gejalanya
Baca juga: Wanita Australia Punya Dua Alat Vital, Fungsinya Dibikin Beda
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/ilustrasi-Wabah-Tertawa-Pernah-Terjadi-di-Dunia.jpg)