Minggu, 19 April 2026

Seorang Pria Turki 78 Kali Tes Covid-19, Selalu Positif

Seorang warga Turki bernama Muzaffer Kayasan telah menjalani setidaknya 78 kali tesCovid-19 dalam 14 bulan terakhir dan semuanya selalu menunjukkan

Editor: Muliadi Gani
FOTO: REUTERS VIA BBC INDONESIA
Sudah lebih setahun Muzaffer Kayasan mengidap Covid, dengan hasil tes dalam 14 bulan terakhir selalu menunjukkan ia positif mengidap virus corona. 

PROHABA.CO, ISTANBUL - Seorang warga Turki bernama Muzaffer Kayasan telah menjalani setidaknya 78 kali tesCovid-19 dalam 14 bulan terakhir dan semuanya selalu menunjukkan dirinya positif mengidap virus corona.

Dokter mengat akan Kayasan yang juga merupakan pasien kanker mungkin adalah “satu-satunya orang di dunia yang memegang rekor positif Covid selama 14 bulan”.

Kayasan sendiri sepertinya tak terlalu memikirkan virus yang berada di dalam tubuhnya.

Ia bahkan bercanda “virus corona sangat terobsesi dengan dirinya.

“Mungkin ini Covid perempuan. Ia senang sekali dengan saya karena saya tipe orang yang hangat  jadi dia senang berada di dalam tubuh saya,” seloroh Kayasan.

Ia mengaku tak tahu kapan virus corona akan ke luar dari tubuhnya.

Ia diberi tahu terinfeksi virus corona lebih dari setahun lalu.

Ketika itu ia berpikir virus ini akan membuatnya meninggal dunia.

Pasalnya, ia adalah penderita leukemia, kanker darah akibat tubuh terlalu banyak memproduksi sel darah putih secara tidak normal.

Baca juga: Ditemukan, Alat Tes Covid  Hanya Menggunakan Sampel Air Liur

“Saya berpikir, mungkin ini sudah nasib saya,” katanya.

Kondisinya memburuk dan berat badannya turun drastis hingga di bawah 50 kilogram.

“Virus corona nyaris membunuh saya,” ungkap Kayasan.

Namun, nasib berkata lain. Ia bisa bertahan setidaknya hingga saat ini.

Di sela-sela menjalani kehidupan sehari-hari di Istanbul, laki-laki berusia 56 tahun itu menerima kunjungan istri, anak laki-laki, dan cucu perempuannya, Azra.

Semua dengan mematuhi protokol kesehatan.

Wajahnya tampak cerah menyambut cucu yang datang membawa mainan.

Kontak fisik tak berlangsung lama. Azra hanya berada di luar rumah untuk meminimalkan interaksi langsung dengan sang kakek.

“Saya akan bermain dengan kamu kalau sudah sehat nanti,” kata Kayasan.

Baca juga: Ada Negara Rekomendasikan Vaksin Covid-19 Dosis Keempat

“Saya (sebenarnya) sudah pulih. Yang terjadi adalah masih ada sisa-sisa virus di tubuh saya.

Ini satu-satunya penjelasan mengapa hasil tes (dalam satu tahun terakhir) selalu positif.

Bagi saya tak masalah, namun saya tak bisa berinteraksi secara normal dengan keluarga dekat saya,” kata Kayasan kepada media.

“Ini memang menyulitkan. Karena kondisi ini pula, saya tak bisa divaksinasi,” tambahnya.

Gokhan Kayasan, anak Muzaffer, mengatakan ayahnya orang selalu berpikir positif.

“Kami selalu berujar ayah adalah orang yang positif dan ternyata memang benar, ia selalu positif (terkena Covid) dan untuk saat ini tak bisa (mendapatkan hasil tes) negatif,” kata Gokhan berkelakar.

“Ayah juga mengatakan dirinya seperti terjebak di lampu merah dan tak bisa melewati lampu tersebut,” imbuhnya.

Baca juga: Siapa Saja Orang yang Tak Bisa Mendapatkan Vaksin Covid-19?

Aturan di Turki menyebutkan seseorang yang positif terkena Covid harus menjalani isolasi selama tujuh hari.

Sejak pertama kali terinfeksi virus corona, Muzaffer dirawat di rumah sakit selama sembilan bulan dan kemudian menjalani rawat jalan selama lima bulan, menurut sejumlah media Turki.

Para dokter meyakini kondisi Muzaffer mungkin disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang melemah akibat leukemia.

Cagri Buke, guru besar penyakit menular, mengatakan apa yang menimpa Muzaffer Kayasan, yang selalu positif Covid setiap kali dites selama 14 bulan adalah hal yang sangat jarang.

“Kami tak pernah menemukan kasus seperti ini sampai muncul berita (tentang Muzaffer Kayasan),” kata Buke.

Karena belum ada penelitian atau pemeriksaan secara mendalam, pihaknya tidak bisa memastikan apakah virus corona di dalam tubuh Kayasan aktif atau tidak.

“Meski demikian, 99 persen kemungkinannya virus tersebut tidak lagi aktif dan karenanya tidak akan menularkan penyakit,” kata Buke.

Serap Simsek Yavuz, dokter yang merawat Kayasan, mengatakan kondisi Kayasan dipantau secara ketat untuk mengetahui apakah virus yang berada dalam tubuhnya mengalami mutasi. (Kompas.com) 

Baca juga: Virus Corona ‘Sembunyi’ dari Antibodi dan Menyebar ke Sel

Baca juga: Tangan Warga Trumon Putus Diterkam Buaya, Diserang Saat Petik Kangkung

Baca juga: Rilis Teaser Pertama, 10 Hal Menarik Film Satria Dewa Gatotkaca Hingga Permintaan Maaf Rizky Nazar

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved