Fb dan Instagram Izinkan Ujaran Kebencian untuk Kecam Invasi Rusia

Meta akan memperbolehkan pengguna Facebook dan Instagram di beberapa negara untuk menyerukan kekerasan terhadap Rusia dan pasukannya ...

Editor: Muliadi Gani
KEMENTERIAN PERTAHANAN UKRAINA via FACEBOOK)
Dokumen yang diunggah ke Facebook oleh kementerian Pertahanan Ukraina diklaim menunjukkan rencana serangan Rusia ke Ukraina yang akan berlangsung 15 hari. 

PROHABA.CO,JAKARTA - Meta akan memperbolehkan pengguna Facebook dan Instagram di beberapa negara untuk menyerukan kekerasan terhadap Rusia dan pasukannya.

Kebijakan ujaran kebencian ini dimodifi kasi sementara, menyusul Rusia invasi Ukraina yang masih berlangsung.

Menurut laporan Reuters, Meta juga akan mengizink-an beberapa posting yang menyerukan kematian Presiden Rusia Vladimir Putin atau Presiden Belarusia Alexander Lukashenko.

Walau begitu, Meta meminta penggunanya tetap mengikuti kaidah, dengan menyalakan lokasi dan melarang tindakan tersebut dilakukan terhadap warga sipil.

“Untuk sementara kami mengizinkan bentuk ekspresi politik yang biasanya melanggar aturan kami, seperti pidato kekerasan ‘matikan penjajah Rusia’.

Baca juga: Rusia Hancurkan 3.491 Fasilitas Militer, 986 Tank dan 97 Pesawat

Kami masih tidak akan mengizinkan seruan yang kredibel untuk melakukan kekerasan terhadap warga sipil Rusia,” kata juru bicara Meta dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (12/3/2022).

Meta menekankan perubahan dalam Kebijakan Ujaran Kebencian ini berkaitan dengan tentara Rusia dan pasukannya dalam konteks invasi.

Menurut Meta, tentara Rusia digunakan sebagai proxy untuk militer.

Kebijakan ujaran kebencian terus melarang serangan terhadap orang Rusia.

Tidak hanya mengizinkan seruan kekerasan, Meta akan mempersilakan pujian terhadap batalion sayap kanan Azov, militer Ukraina, yang biasanya dilarang.

Baca juga: Elon Musk Tantang Presiden Rusia Vladimir Putin Duel Satu Lawan Satu, Taruhannya Adalah Ukraina

Meta telah menyampaikan akan membuat sedikit pengecualian untuk memuji Resimen Azov secara ketat dalam konteks membela Ukraina atau dalam peran mereka sebagai bagian dari Garda Nasional Ukraina.

Perubahan kebijakan sementara soal seruan kekerasan terhadap tentara Rusia ini berlaku di Armenia, Azerbaijan, Estonia, Georgia, Hungaria, Latvia, Lithuania, Polandia, Rumania, Rusia, Slovakia, dan Ukraina.

Sementara itu, kedutaan Rusia di Amerika Serikat telah menuntut Washington menghentikan aktivitas ekstremis Meta.

Menurut Kedutaan Rusia, pengguna Facebook & Instagram tidak memberikan hak kepada pemilik platform ini untuk menentukan kriteria kebenaran dan mengadu domba satu sama lain. (tribunnews. com)

Baca juga: Terkepung Rusia, Warga Mariupol Mulai Saling Serang Mendapatkan Makanan

Baca juga: Wartawan AS Ditembak Mati Pasukan Rusia, Ini Tanggapan Gedung Putih

Baca juga: Pangkalan Militer Ukraina Diserang Rusia, 35 Orang Tewas, 134 Lainnya Terluka

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved