Jumat, 17 April 2026

Tahukah Anda

Minyak Goreng Sukses Diuji Coba Jadi Bahan Bakar Pesawat

Saat Indonesia dilanda kelangkaan minyak goreng, pesawat Airbus A380 di Prancis justru sukses menyelesaikan penerbangan uji coba bertenaga minyak ...

Editor: Muliadi Gani
FOTO: SHUTTERSTOCK
Pesawat Airbus A380 yang kini sukses terbang menggunakan minyak hasil olahan minyak goreng. 

PROHABA.CO, TOULOUSE - Saat Indonesia dilanda kelangkaan minyak goreng, pesawat Airbus A380 di Prancis justru sukses menyelesaikan penerbangan uji coba bertenaga minyak goreng.

Airbus A380 berhasil terbang selama tiga jam dari Bandara Blagnac di Toulouse, markas besar Airbus di Prancis, pada 25 Maret 2022.

Dikutip dari CNN, pesawat ini didukung oleh bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau sustainable aviation fuel (SAF) yang sebagian besar terbuat dari minyak goreng bekas dan lemak buangan.

Pesawat tersebut beroperasi dengan satu mesin Rolls-Royce Trent 900.

Airbus kemudian melanjutkannya dengan penerbangan A380 kedua menggunakan bahan bakar minyak goreng yang sama pada 29 Maret.

Pesawat terbang dari Toulouse ke Nice.

Baca juga: Sherrin Tharia Mantan Istri Zumi Zola Irit Gunakan Minyak Goreng, Jadi Pusat Perhatian

Penerbangan kedua digunakan untuk memantau penggunaan SAF saat lepas landas dan mendarat.

Bahan bakar tersebut dipasok oleh TotalEnergies, perusahaan yang berbasis di wilayah Normandia Prancis.

SAF terbuat dari Hydroprocessed Ester dan Asam Lemak (HEFA) yang bebas dari aromatik dan belerang.

Airbus sudah menguji penerbangan bertenaga SAF selama setahun terakhir.

Sebelumnya, ada pesawat A350 yang diuji pada Maret 2021 dan pesawat lorong tunggal A319neo yang terbang dengan bahan bakar minyak goreng pada Oktober 2021.

Airbus berharap mendapatkan sertifikasi terbang untuk pesawat dengan SAF pada akhir dekade ini.

Baca juga: Polisi Tangkap 2 Terduga Pemerkosa Anak Yatim, Korban Hamil 8 Bulan

Sekarang, pesawat Airbus dapat ditenagai hingga 50 persen SAF dan dicampur dengan minyak tanah tradisional.

"Meningkatkan penggunaan SAF tetap menjadi jalur utama mencapai ambisi industri nol emisi karbon bersih pada tahun 2050," kata Airbus dikutip dari CNN, Rabu (30/3/2022).

Menurut klaim Airbus, pesawat terbang dengan SAF dapat menjaring antara 53 hingga 71 persen pengurangan karbon yang diperlukan untuk memenuhi tujuan itu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved