Diduga Kelelahan dan Epilepsi, Remaja Meninggal di Water Park
Pengunjung Kolam Renang Mutiara Water Park Kota Langsa, M Fiqra Amanda (22) asal Gampong Alue Keutapang, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, ...
PROHABA.CO, LANGSA - Pengunjung Kolam Renang Mutiara Water Park Kota Langsa, M Fiqra Amanda (22) asal Gampong Alue Keutapang, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, meninggal di kolam renang tersebut, Sabtu (7/5/2022) sore.
Sebelum meninggal, Firqa sempat mengeluarkan buih dari mulutnya dan terlihat kejang-kejang.
Diduga, pemuda berstatus mahasiswa ini kelelahan saat berada di dekat air sehingga penyakit epilepsi (ayan)-nya kambuh.
Waktu itu korban bersama sejumlah temannya berada di salah satu kolam renang di Water Park Jalan TM Bahrum, Gampong Paya Bujok Seulemak, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa.
Kapolres Langsa, AKBP Agung Kanigoro Nusantoro SIK MH, melalui Kapolsek Langsa Barat, AKP Lilik Harwanto SH, mengatakan pihaknya telah memintai keterangan teman korban, Ibnu Katsir.
Baca juga: Tiga Balita di Sumsel Tewas Tenggelam dalam Kolam Renang
Menurut Ibnu, sekitar pukul 16.30 WIB, korban M Fiqra Amanda sedang duduk di pinggir kolam renang dewasa Mutiara Water Park.
Korban saat itu duduk bersebelahan dengan Ibnu Katsir dan tiba-tiba korban seperti orang yang sedang tegang atau kejang dan dari mulutnya keluar buih.
Kemudian korban terjatuh dan saat bersamaan Ibnu Katsir meraih lengan korban sehingga kepala korban tidak sempat masuk ke dalam air kolam renang dewasa ini.
“Hanya sebagian kaki sampai perut yang masuk ke dalam air, dan waktu itu korban langsung diangkat oleh teman-temannya juga dibantu oleh tim penjaga kolam renang,” kata Kapolsek.
Kapolsek menambahkan pada saat itu, korban M Fiqra langsung dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Langsa untuk mendapatkan penanganan medis.
Baca juga: Dinyatakan Tewas, Rosa Gedor Peti Saat Hendak Dimakamkan
Namun, sesampai di RSUD Langsa, dokter piket di IGD rumah sakit itu menyatakan korban telah meninggal dunia.
Dari keterangan saksi bahwa M Fiqra Amanda meninggal diperkirakan karena sakit yang diderita atau kelelahan dan ia tidak tenggelam di dalam kolam renang.
“Keterangan saksi saat itu korban mengeluarkan buih putih dari mulutnya dan diperkirakan mempunyai penyakit epilepsi,” paparnya.
AKP Lilik menjelaskan tidak menutup kemungkinan korban meningal dikarenakan memiliki riwayat penyakit epilepsi dan kelelahan setelah selesai berenang.
Di tubuh korban juga tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan dan hingga pascakejadian orang tua korban masih dalam perjalanan dari Pantonlabu, Aceh Utara, ke RSUD Langsa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Seorang-pengunjung-kolam-renang-meninggal-dunia.jpg)