Luar Negeri
Krisis Sri Lanka: Pembakaran Menyebar, Mantan Perdana Menteri Melarikan Diri
Pasukan keamanan dikerahkan di seluruh Sri Lanka dengan izin untuk menembak para penjarah, di tengah protes yang terus berlanjut atas penanganan ...
Kemungkinan kudeta militer?
Sedikitnya sembilan orang tewas dan sekitar 200 terluka dalam kerusuhan sejak Senin (9/5).
Kerusuhan di Sri Lanka dimulai ketika pendukung pemerintah menyerang pengunjuk rasa yang menuntut agar Gotabaya Rajapaksa mundur dari jabatannya.
Baca juga: Bentrokan di Darfur Barat Sudan, 213 Orang Tewas
Politisi oposisi memperingatkan bahwa kekerasan itu bisa saja dilakukan untuk memberi dalih kepada tentara untuk mengambil alih kekuasaan.
Desas-desus tentang kemungkinan kudeta telah dipicu oleh kehadiran sejumlah besar pasukan dengan kendaraan lapis baja di jalan-jalan.
Namun, pihak militer membantah rencana tersebut.
"Ketika ada situasi berbahaya di negara ini, kekuatan diberikan kepada militer untuk menanganinya," kata Menteri Pertahanan Sri Lanka Kamal Gunaratne dalam konferensi pers.
"Jangan pernah berpikir bahwa kami mencoba merebut kekuasaan.
Militer tidak memiliki niat seperti itu."
Negara Asia Selatan itu menyaksikan protes selama berminggu-minggu atas situasi keuangannya yang mengerikan.
Krisis Sri Lanka menyebabkan mata uangnya anjlok, memicu kekurangan bahan pokok seperti makanan, bahan bakar, dan pasokan medis.
Masalah terburuk Selasa (10/5) malam adalah di utara ibu kota, Colombo, di mana kelompok-kelompok yang bersaing membakar toko-toko di kota Negombo.
Pada Senin (9/5) malam, massa membakar lebih dari 50 rumah milik politisi.
Baca juga: Arab Saudi Tetapkan 85 Persen Kuota Haji untuk Jemaah Luar
Sementara museum kontroversial yang didedikasikan untuk keluarga Rajapaksa juga diratakan dengan tanah di jantung kota tradisional mereka, Hambantota, di selatan negara itu.
Toko-toko, bisnis, dan kantor tutup untuk hari ketiga pada Rabu (11/5) di bawah jam malam nasional yang berlaku hingga Kamis (12/5) pagi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Sebuah-keluarga-Sri-Lanka-menyaksikan-puing-puing-bus-yang-terbakar.jpg)