Luar Negeri
Krisis Pangan Ancam Eropah
ekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres melakukan "kontak yang intens" dengan Rusia, Ukraina, Turki, Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE), ...
Blinken mengatakan Rusia harus dipaksa untuk membuat koridor keamanan, sehingga makanan dan pasokan penting lainnya dapat meninggalkan Ukraina melalui darat atau laut.
"Diperkirakan ada 22 juta ton biji-bijian yang tersimpan di silo di Ukraina saat ini.
Makanan yang bisa langsung digunakan untuk membantu mereka yang membutuhkan jika bisa keluar begitu saja dari negara itu," kata Blinken.
PBB mengatakan 36 negara mengandalkan Rusia dan Ukraina untuk lebih dari setengah impor gandum mereka. Termasuk diantaranya adalah beberapa negara yang termiskin dan paling rentan di dunia, termasuk Lebanon, Suriah, Yaman, Somalia, dan Republik Demokratik Kongo.
Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengatakan Guterres sudah berbicara dengan Wakil Perdana Menteri pertama Rusia Andrei Belousov pada Selasa (17/5) tentang ekspor pupuk dan biji-bijian Rusia.
Baca juga: Demi Atasi Gangguan Pangan Dunia, Kanada Bantu Ukraina Agar Bisa Ekspor Gandum Lagi
"Diskusi, sejauh yang saya tahu, berjalan dengan baik dan positif," kata Nebenzia kepada wartawan pada Rabu (18/5).
Tetapi dia mengisyaratkan bahwa akses Ukraina ke pasar internasional adalah masalah yang terpisah.
"Kami siap untuk melakukan bagian kami. Akses pasar gandum Ukraina, itu hal lain," kata Nebenzia.
Nebenzia mengatakan tidak ada sanksi langsung terhadap pupuk atau biji-bijian Rusia, tapi ada efek mengerikan pada pengiriman, asuransi dan perbankan setelah AS dan lainnya mulai menghukum Rusia atas apa yang disebut Moskwa sebagai "operasi militer khusus" di Ukraina.
Blinken mengatakan "salah" untuk menyalahkan sanksi, karena AS telah membuat pengecualian dan bekerja untuk memastikan tindakan yang diberlakukan oleh Washington "tidak mencegah makanan atau pupuk meninggalkan Rusia atau di tempat lain.
(kompas.com)
Baca juga: Seorang Remaja Putri Ditelanjangi Temannya
Baca juga: Seorang Pria Rudapaksa Anak Tiri yang Masih 12 Tahun
Baca juga: Sopir Diduga Tertidur Pulas Saat Mengemudi, 14 Penumpang Bus Tewas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Rusia-dan-Ukraina-yang-disebut-sebagai-lumbung-pangan-global.jpg)