Luar Negeri

Pasukan Ukraina di Mariupol Menyerah, Nasibnya Tak Jelas

Nasib ratusan tentara Ukraina yang mengakhiri perlawanan selama berminggu-minggu di pabrik baja Azovstal di Mariupol masih belum jelas, ...

Editor: Muliadi Gani
AP PHOTO/ALEXEI ALEXANDROV
Prajurit Ukraina duduk di dalam bus setelah mereka dievakuasi dari pabrik baja Azovstal Mariupol yang terkepung, dekat penjara di Olyonivka, di wilayah di bawah pemerintahan Republik Rakyat Donetsk, Ukraina timur, Selasa, 17 Mei 2022. 

PROHABA.CO, MOSKWA - Nasib ratusan tentara Ukraina yang mengakhiri perlawanan selama berminggu-minggu di pabrik baja Azovstal di Mariupol masih belum jelas, setelah para pejuang menyerah dan dipindahkan ke wilayah yang dikuasai Rusia.

Wakil menteri pertahanan Ukraina mengatakan mereka akan ditukar dalam pertukaran tahanan, tetapi beberapa pejabat Rusia mengatakan pada Selasa (17/5) bahwa mereka dapat diadili dan bahkan dieksekusi.

Anggota parlemen State Duma di Rusia mengatakan mereka akan mengusulkan undang-undang baru, yang dapat menggagalkan pertukaran tahanan para pejuang yang diklaim Moskwa sebagai "teroris".

Penyelidik Rusia mengatakan mereka berencana menginterogasi para tentara, dan dapat menuntut mereka dengan "kejahatan yang dilakukan oleh rezim Ukraina terhadap penduduk sipil di tenggara Ukraina".

Reuters mewartakan pada Selasa (17/5) malam, tujuh bus yang membawa tentara Ukraina meninggalkan pabrik Azovstal di kota pelabuhan dan tiba di bekas koloni penjara di kota Olenivka yang dikuasai Rusia di Donetsk.

Ukraina mendorong kesepakatan yang juga akan memungkinkan para pejuang untuk mundur ke daerah-daerah yang dikuasai Ukraina, atau untuk evakuasi mereka ke negara netral. Namun, kesepakatan itu tak kunjung tercapai.

Pejabat Ukraina pun mengumumkan pada Selasa (17/5) dini hari bahwa pertahanan pabrik itu telah berakhir.

“Ini adalah satu-satunya pilihan,” kata Wakil Menteri Pertahanan Ukraina Hanna Maliar sebagaimana dilansir Guardian.

Baca juga: Di Persidangan, Tentara Rusia Mengaku Sengaja Tembak Mati Warga Sipil Ukraina

Kementerian pertahanan Rusia mengatakan 265 pejuang Ukraina menyerah di pabrik, termasuk 51 tentara yang terluka parah. Mereka dipindahkan ke rumah sakit di Novoazovsk di wilayah yang dikuasai Rusia di Ukraina timur.

Tidak segera jelas berapa banyak pasukan Ukraina yang tersisa di pabrik itu.

Rekaman yang dibagikan oleh akun media sosial pro-Rusia menunjukkan sekelompok tentara membawa yang terluka dengan tandu di tengah kehancuran di luar pabrik.

Rencana pertukaran tahanan ditentang “Prosedur pertukaran akan dilakukan untuk kepulangan mereka,” kata Maliar.

Wakil Perdana Menteri Ukraina Iryna Vereshchuk juga mengatakan para pejuang akan ditukar.

"Semoga semuanya akan baik-baik saja," tulisnya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved