Breaking News:

Tips Pilih Hewan Kurban di Tengah Wabah PMK

Wabah penyakut mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak makin meluas. Namun demikian, pemerintah bergerak cepat untuk melakukan penanganan ...

Editor: Muliadi Gani
Wahdah Islamiyah
Hewan kurban 

Hewan yang terkena PMK dengan gejala klinis kategori berat dan sembuh dari PMK dalam rentang waktu yang dibolehkan kurban (tanggal 10-13 Dzulhijjah), maka hewan ternak tersebut sah dijadikan hewan kurban.

Hewan yang terkena PMK dengan gejala klinis kategori berat dan sembuh dari PMK setelah lewat rentang waktu yang dibolehkan berkurban (tanggal 10- 13 Dzulhijjah), maka sembelihan hewan tersebut dianggap sedekah bukan hewan kurban.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mencuci daging maupun jeroan di sungai.

Sebab, bisa mencemari lingkungan dan berpotensi menularkan penyakit ke hewan yang sehat di tempat yang lain jika hewan yang disembelih ternyata sakit.

Selain itu juga mencuci daging di sungai juga tidak higienis.

"Untuk mencegah penyebaran PMK, selain dengan melakukan pembatasan lalu lintas hewan ternak, kendaraan, maupun manusia terutama dari daerah terjangkit upaya lain yang bisa dilakukan adalah memproteksi hewan ternak sehat agar tidak terinfeksi melalui pemberian suplemen atau pemberian nutrisi tambahan," imbuh dia.

Selain itu, vaksinasi pada ternak yang sehat. Upaya-upaya tersebut diharapkan mampu meminimalisir penularan PMK agar tidak semakin meluas.

(kompas.com)

Baca juga: Ratusan Ekor Ternak Diduga Terinfeksi PMK

Baca juga: Ternak di Pidie Terjangkiti PMK, Stok Obat Kosong

Baca juga: Miris, Bunga Dijadikan Budak Seks Sang Ayah

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved