Kamis, 16 April 2026

Rusia Klaim Habisi Hampir 2.000 Tentara Bayaran Asing

Kabar Ukraina terkini, Rusia pada Jumat (17/6) mengeklaim telah membunuh hampir 2.000 tentara bayaran asing di Ukraina sejak dimulainya intervensi ...

Editor: Muliadi Gani
AP PHOTO/EFREM LUKATSKY
Tentara Ukraina memeriksa kendaraan militer Rusia yang hancur setelah pertempuran di Bucha, dekat Kyiv, Ukraina, Senin, 4 April 2022. 

PROHABA.CO, MOSKWA - Kabar Ukraina terkini, Rusia pada Jumat (17/6) mengeklaim telah membunuh hampir 2.000 tentara bayaran asing di Ukraina sejak dimulainya intervensi militer mereka.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, 6.956 tentara bayaran dan spesialis senjata dari 64 negara tiba di Ukraina sejak awal konflik dan 1.956 di antaranya telah dibunuh.

Adapun sebanyak 1.779 tentara bayaran asing lainnya disebut meninggalkan Ukraina, kata Kemenhan Rusia dikutip dari AFP.

Dikatakan juga bahwa Polandia adalah yang terbanyak di Eropa dalam jumlah pengiriman personel asing ke Ukraina, diikuti oleh Romania dan Inggris.

Kementerian Pertahanan Rusia turut menyebutkan bahwa tentara bayaran yang tiba di Ukraina berasal dari Kanada, Amerika Serikat, dan Georgia.

Baca juga: Dituduh Sebagai Tentara Bayaran untuk Ukraina, Tiga Pria Ini Dijatuhi Hukuman Mati

Baca juga: Rusia Tawarkan Rp 100 Juta/Bulan kepada Tentara Bayaran di Ukraina

Baca juga: Seorang Anggota TNI Ditikam Hingga Tewas

Kemenhan Rusia menambahkan, jumlah prajurit asing telah berkurang dan banyak yang meninggalkan Ukraina karena meningkatnya jumlah kegagalan militer rezim Kyiv dan kerugian harian besar-besaran dalam tenaga dan peralatan.

Pada 24 Februari 2022, Presiden Rusia Vladimir Putin mengerahkan pasukan ke Ukraina untuk melakukan demiliterisasi dan denazifikasi negara itu.

Seorang pejabat Eropa pada April mengatakan, sekitar 20.000 tentara bayaran dari perusahaan militer swasta Rusia yaitu Grup Wagner, serta dari Suriah dan Libya, bertempur bersama pasukan Moskwa di Ukraina.

Awal bulan ini, otoritas separatis di Ukraina timur menghukum mati warga Inggris yang ditangkap yakni Aiden Aslin dan Shaun Pinner, serta Brahim Saadun dari Maroko karena bertindak sebagai tentara bayaran dan berusaha menggulingkan pemerintah.

(kompas.com)

Baca juga: Petani Ukraina Racuni Tentara Rusia dengan Buah Ceri Beracun

Baca juga: Di Persidangan, Tentara Rusia Mengaku Sengaja Tembak Mati Warga Sipil Ukraina

Baca juga: Komandan Ukraina Beri Pesan Video Usai Tentara Rusia Mengepung Pabrik Baja Di Mariupol

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved