Minggu, 12 April 2026

8 Perawat akan Diadili atas Kasus Pembunuhan Diego Maradona

Delapan orang yang merawat legenda sepak bola Diego Maradona akan diadili di pengadilan Argentina atas kasus pembunuhan, menurut putusan yang dikeluar

Editor: Muliadi Gani
www.beinsports.tv
Legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona. 

PROHABA.CO, BUENOS AIRES - Delapan orang yang merawat legenda sepak bola Diego Maradona akan diadili di pengadilan Argentina atas kasus pembunuhan, menurut putusan yang dikeluarkan pada Rabu (22/6/2022) menyusul penyelidikan atas kematiannya pada November 2020 akibat serangan jantung.

Dalam dokumen setebal 236 halaman yang dilihat oleh Reuters, hakim yang bertanggung jawab atas kasus tersebut mempertanyakan “aksi aktif atau kelalaian dari masing-masing terdakwa yang menyebabkan dan berkontribusi pada dampak yang berbahaya.

” Putusan itu mengatakan delapan orang, termasuk dokter, perawat, dan psikolog yang merawat Maradona pada saat kematiannya dituduh melakukan“pembunuhan sederhana”, tuduhan serius yang berarti mencabut nyawa dengan niat (punya maksud).

Sebuah dewan medis yang ditunjuk untuk menyelidiki kematian Maradona menyimpulkan pada 2021 bahwa tim medis bintang sepak bola itu bertindak dengan “cara yang tidak pantas, tidak tepat, dan sembrono.

Baca juga: Keracunan Kokain, 17 Warga di Argentina Tewas dan 56 Dirawat

” Maradona dianggap sebagai salah satu pemain sepak bola terbesar dalam sejarah, meskipun berpostur kecil dan dijuluki “Pelusa” karena rambut panjangnya.

Bintang lapangan itu juga dikenal dengan istilah “D10S”, sebagai plesetan dari kata Spanyol untuk “Tuhan” dengan kombinasi nomor punggungnya.

Namun, di luar aksinya yang cemerlang di lapangan, sang Legenda berjuang melawan narkoba dan penyalahgunaan alkohol selama bertahun-tahun.

Mario Baudry, seorang pengacara untuk salah satu putra Maradona, mengatakan kepada Reuters bahwa pemenang Piala Dunia itu “dalam situasi tidak berdaya” saat menjelang kematiannya.

Diego Maradona meninggal pada 25 November 2020 dalam usia 60 tahun.

“Begitu saya melihat penyebabnya, saya mengatakan itu pembunuhan.

Baca juga: Usia Bukan Penghalang, Kesempatan Terakhir Ronaldo dan Messi Tampil di Piala Dunia 2022 Qatar

Saya berjuang untuk waktu yang lama dan di sinilah kita, dengan penyelesaian untuk tahapan (hukum),” katanya dilansir dari Reuters pada Rabu (22/6/2022).

Jaksa Argentina meluncurkan penyelidikan tak lama setelah kematian Maradona di sebuah rumah dekat Buenos Aires, termasuk memerintahkan pencarian properti dokter pribadinya dan menyelidiki orang lain yang terlibat dalam perawatannya.

Terdakwa yang disebutkan dalam putusan itu adalah ahli bedah saraf dan dokter pribadi Maradona, Leopoldo Luque, psikiater Agustina Cosachov, psikolog Carlos Diaz, perawat Gisella Madrid dan Ricardo Almiron, bos mereka Mariano Perroni, dan dokter Pedro Di Spagna, serta Nancy Forlini.

Para terdakwa telah membantah bertanggung jawab atas kematian Maradona.

Hakim mengatakan bahwa pengacara untuk beberapa dari mereka telah meminta kasus tersebut dihentikan.

Baca juga: Rapor Benzema Kini Selevel Lewandowski dan Lewati Messi

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved