Pohon Sebatang Kara di Thailand Rusak oleh Turis
Sebatang pohon di tengah laut Thailand kini viral. Pohon ini jadi incaran konten para turis hingga akhirnya rusak karena dipanjati ramai-ramai ...
PROHABA.CO, BANGKOK - Sebatang pohon di tengah laut Thailand kini viral.
Pohon ini jadi incaran konten para turis hingga akhirnya rusak karena dipanjati ramai-ramai.
Dilansir dari South China Morning Post, pohon ini berada di pulau kecil Koh Khai Hua, di lepas pantai timur Thailand.
Pulau tak berpenghuni ini berada di Provinsi Trat.
Pohon viral tersebut adalah Xylocarpus rumphii, sejenis mangrove yang yang hidup di area pasang surut air laut.
Uniknya, pohon ini hanya satu-satunya di sana.
Di Provinsi Aceh pun sebetulnya ada pohon yang juga tumbuh di laut, yakni di Pasir Putih, Kawasan Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar.
Uniknya lagi, di kawasan ini pohon besar yang tumbuh di laut itu bukan hanya sebatang, melainkan belasan batang.
Apa jenis pohonnya sehingga mampu hidup di air asin belum diselidiki, tapi yang jelas bukan jenis mangrove (bakau) seperti yang hidup sebatang kara di pulau kecil Koh Khai Hua, di lepas pantai timur Thailand itu.
Baca juga: Pohon Tertua di Dunia Terdapat di Chile
Tumbuh besar dan bercabang, siapa sangka akar dari pohon ini tertanam di pulau kecil tersebut.
Pemandangan pulau dengan pohon di tengah laut membuatnya populer.
Beberapa bulan lalu, seorang pelancong di Facebook mengatakan situs itu mirip adegan dari buku komik Thailand yang populer.
Alhasil, tempat ini makin ramai didatangi turis.
Saking populernya, banyak turis yang ingin berfoto di atas pohon tersebut.
Yang parahnya lagi, mereka naik beramai-ramai dengan menumpangi speedboat ke pohon tersebut.
Pihak berwenang di sana kaget saat melakukan pemeriksaan.
Pohon tersebut ternyata sudah rusak. Beberapa cabangnya patah dan akarnya reot karena jadi tempat pijakan.
“Pohon Xylocarpus rumphii telah rusak parah karena orang sering memanjatnya untuk berfoto,” kata pihak berwenang setempat.
Baca juga: Bakteri Berukuran Raksasa Ditemukan di Antara Pohon Bakau
Baca juga: Dibawakan Makan Siang oleh Keluarga, Pria Kelantan Batal Bunuh Diri
Namun, Letrob Saithongpu, direktur pemeliharaan di Organisasi Administratif Koh Mak Tambon, yang mengelola pulau itu mengatakan pada The Nation, batang pohon telah bengkok lebih dari beberapa tahun lalu.
Hal itu terjadi jauh sebelum tempat tersebut menjadi destinasi wisata populer.
Letrob mengatakan, pemerintah setempat sedang mengerjakan langkah-langkah, termasuk membatasi jumlah wisatawan yang diizinkan mengunjungi pulau itu.
Turis hanya akan diizinkan selama musim-musim tertentu demi mencegah kerusakan lebih lanjut pada pohon tersebut.
“Kampanye konservasi juga akan diluncurkan untuk meningkatkan kesadaran di kalangan wisatawan,” tambahnya.
Cabang Otoritas Pariwisata Thailand di Trat juga membagikan serangkaian postingan tentang pohon itu di Facebook.
Netizen yang kecewa mengatakan bahwa para wisatawan itu kurang “berhati nurani”.
Netizen mendesak pemerintah untuk melindungi pohon sebatang kara itu.
(detik.travel)
Baca juga: Pohon Besar Tumbang, Kabel Listrik dan Kanopi 4 Toko Rusak
Baca juga: Kecelakaan Maut di Sergai, KA Tabrak Minibus Hiace, 5 Tewas
Baca juga: Polres Agara Ringkus Dua Pengguna dan Satu Wanita Bandar Sabu-Sabu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Pohon-Xylocarpus-rumphii-yang-tumbuh-di-Lhok-Mee-Aceh-Besar.jpg)