Berita Kriminal

Dihipnotis, Enam Mayam Emas Milik Warga Tijue Pidie Lenyap

Nasib malang menimpa pasangan suami istri (pasutri) Rusli Ismail (73) dan Hasah (65), warga Gampong Tijue, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie ...

Editor: Muliadi Gani
FOTO FOR PROHABA
Rrumah kediaman korban hipnotis di Gampong Tijue, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Senin (27/6/2022). 

PROHABA.CO, SIGLI - Nasib malang menimpa pasangan suami istri (pasutri) Rusli Ismail (73) dan Hasah (65), warga Gampong Tijue, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie.

Mereka diduga menjadi sasaran pelaku hipnotis, Senin (27/6/2022) sekira pukul 09.13 WIB.

Akibat dihipnotis, enam mayam (19,8 gram) emas murni milik pasutri itu raib dibawa kabur sang tamu yang tak diundang.

Berdasarkan pengakuan korban, Rusli Ismail kepada Prohaba, Senin (27/6/2022) siang, peristiwa itu terjadi sekira pukul 09.12 WIB.

Saat itu datang seorang lelaki berpenampilan bak teungku pengajian (ustaz) dengan pakaian gamis, serban, dan berpeci putih.

Ia datang mengendarai sepeda mo- tor(sepmor) jenis Scoopy warna merah.

Baca juga: Merasa Seperti Dihipnotis, Luna Maya Ditipu, Tak Bisa Berpikir dan Ikuti Instruksi Sang Penipu

“Kala itu si pelaku hipnotis bersalaman dengan istri saya, Habsah dan langsung diajak berbincang.

Yang diperbincangkan tentang pembayaran ongkos naik haji tahun 2010 sebesar Rp 30 juta bagi kami (pasutri) dengan meminta uang atau barang berharga,” kisahnya.

Saat itu Habsah langsung menyerahkan emas berupa cincin 2 mayam, tapi pria berserban tersebut meminta yang lebih banyak.

Sehingga, di bawah pengaruh tak sadar Habsah bergerak untuk mengambil gelang emasnya seberat 6 mayam.

Setelah 8 mayam emas berada di tangannya, lelaki itu pun tancap gas dengan Scoopy-nya.

Baca juga: Peras Pria Hidung Belang, Empat Penipu Bermodus Pelacur Diciduk

Baca juga: Pelanggan Restoran Dapat Mata Pancing di Menu Kepala Ikan, Hanya Diberi Kompensasi Rp2.000

“Namun, sebelumnya saya sempat meminta agar untuk pembayaran klaim asuransi haji itu kami datang bersama ke Kantor Kemenag Pidie.

Tapi dia justru kabur,” ujar Rusli Ismail.

Saat itu ia tak mungkin lagi mengejar pelaku karena sudah tancap gas dan menjauh.

“Kami pasrah atas kejadian ini dan kami juga serahkan sepenuhnya kepada Allah sembari berdoa semoga pelaku insaf,” pungkasnya. (c43)

Baca juga: Gunakan Jasa Pengiriman, Warga Aceh Ini Ditangkap Polisi karena Nekat Kirim Paket Ganja ke Bogor

Baca juga: Gegara Status Facebook, Fajrin Ditikam Teman Sendiri, Pelaku Sembunyi di Rumah Paman

Baca juga: Migrant Care Cemas Vonis Bebas Majikan Adelina Jadi Alat Impunitas

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved