Napi Anak Tewas Dikeroyok Sesama Napi di LPKA Bandar Lampung

RF (17), narapida anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II A Lampung, Masgar, Kabupaten Pesawaran meninggal dunia di RS Ahmad Yani, ...

Editor: Muliadi Gani
The Guardian
Ilustrasi penjara. 

PROHABA.CO, LAMPUNG - RF (17), narapida anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II A Lampung, Masgar, Kabupaten Pesawaran meninggal dunia di RS Ahmad Yani, Kota Metro pada Selasa (12/7).

Sebelum meninggal, ia sempat menjalani perawatn di RS tersebut sejak Sabtu (9/7).

Ia dilarikan ke RS oleh pihak keluarga saat tahu kondisi RF yang babak belum dengan luka lebam di sekujur tubuh.

Saat itu pihak LPKA menghubungi ibu RF, RS dan memberi tahu jika anaknya ingin bertemu.

Namun betapa terkejutnya pihak keluarga saat tahu kondisi RF yang kritis.

Lalu pihak keluarga meminta izin untuk membawa RF ke rumah sakit.

RF adalah napi anak yang dijatuhi vonis delapan bulan penjara pada Juni 2022 karena kasus kenakalan remaja.

Sebelum tewas, RF baru 45 hari menjalani hukuman.

Baca juga: Genap Sebulan, Lima Napi Anak yang Lari dari LPKA Banda Aceh Belum Ditemukan

Sebelum meninggal dunia, napi anak di Lampung ini sempat meminta badannya dikerik oleh kakaknya.

Permintaan terakhir korban disampaikan NO (30), kakak perempuan RF.

"Dia sempat bilang minta badannya dikerik sama kakak pertama, AS," ungkap NO saat ditemui Tribun Lampung, Selasa (12/7) di kediamannya.

NO mengatakan adiknya adalah sosok yang baik dan manja karena merupakan anak bungsu dari empat bersaudara.

Menurut NO, ia kerap mendengar cerita dari adiknya sering mendapat penganiayaan di dalam tahanan.

Selama 45 hari menjalani hukuman, RF selalu trauma dan selalu memegangi kepalanya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved