Tahukah Anda

Enam Bahaya Merokok pada Saraf dan Otak Remaja

Meski seringkali dianggap sepele, merokok baik konvensional (kretek) maupun elektrik (vape) bisa berdampak buruk bagi kesehatan saraf dan otak, ...

Editor: Muliadi Gani
Istimewa
ilustrasi - Enam Bahaya Merokok pada Saraf dan Otak Remaja 

“Dengan pajanan berulang terhadap tembakau pada rokok, perubahan genetik pada otak dapat meningkatkan risiko perokok untuk menderita kanker,” jelasnya.

Ada banyak sekali jenis kanker yang saat ini diketahui dipicu dari kegiatan merokok, mulai dari kanker paru-paru, mulut, tenggorokan, ginjal, hati, perut, serviks, leukimia hingga otak.

Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Experimental Medicine pada 2020 menemukan bahwa di antara 281 penderita kanker paru, pasien yang merokok juga jauh lebih berisiko mengalami kanker otak.

Baca juga: Selandia Baru Larang Generasi Muda Beli Rokok Seumur Hidup

6. Rokok sebabkan risiko stroke

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), merokok meningkatkan risiko stroke sebanyak 2-4 kali lipat, baik pada pria maupun wanita.

Risiko ini juga meningkat seiring banyaknya jumlah rokok yang diisap.

Namun, dengan berhenti merokok dalam lima tahun, risiko stroke juga menurun.

Kelebihan berhenti merokok Semua orang yang merokok disarankan untuk segera menghentikan kebiasaan buruk ini.

Namun, patut dicatat bahwa berhenti merokok yang dimaksud bukan hanya rokok konvensional atau kretek saja, melainkan jugarokok elektrik atau yangbanyak dikenal denagn vape.

Sebab, berdasarkan laporan National Institute on Drug Abuse, vape yang mengandung nikotin, ternyata juga menghasilkan perubahan serupa dengan rokok konvensional pada otak.

Cairan e-cigarette dan aerosol yang terbentuk dari vape mengandung berbagai macam bahan kimia yang bersifat karsinogen atau menyebabkan kanker dan toksik terhadap kesehatan.

Artinya, baik rokok konvensional maupun vape sama-sama berbahaya bagi kesehatan.

Penelitian juga melaporkan bahwa bila seseorang berhenti merokok sepenuhnya, reseptor nikotin pada otak akan kembali normal.

Kelebihan lainnya dari berhenti merokok adalah meningkatkan fungsi paru dan sirkulasi darah dalam 3 bulan, mengurangi risiko serangan jantung hingga 50 persen dalam 1 tahun, dan menurunkan risiko stroke dalam 5-15 tahun.

(Kompas.com)

Baca juga: WHO Tetapkan Cacar Monyet sebagai Darurat Kesehatan Global

Baca juga: Luis Suarez Pulang Kampung ke Klub Uruguay, Tempat Segalanya Dimulai

Baca juga: Dihujat soal Citayam Fashion Week, Baim Wong Salat Tahajud sampai Menangis

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved