Luar Negeri

Berlian Pink 170 Karat Terbesar di Dunia Ditemukan di Angola

Penambang menemukan berlian merah muda di Angola, negara yang terletak di Afrika bagian selatan. Namun, yang ditemukan bukan sembarang berlian, ...

Editor: Muliadi Gani
SERAMBINEWS.COM/STRF
The Lucapa Diamond Company telah menemukan apa yang disebutnya berlian merah muda terbesar yang ditemukan dalam 300 tahun, menurut siaran pers pada 27 Juli. 

Sebelumnya pada tahun 1999, penambang di Afrika Selatan menemukan berlian merah muda kasar 132 karat yang kemudian diberi nama The Pink Star.

Selama hampir dua tahun, para ahli perlahan-lahan memotong dan menggiling batu itu menjadi permata 59 karat.

Lantas pada tahun 2013, dalam sebuah pelelangan, The Pink Star terjual sekitar 83 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 1,2 triliun yang menjadikannya satu-satunya batu permata termahal yang pernah dijual.

Hal yang serupa diperkirakan bakal terjadi pada Lulo Rose.

Berlian ini juga harus dipotong dari bentuknya yang kasar sehingga dapat mengakibatkan beratnya turun hingga setengahnya.

Baca juga: Ular Berbisa Masuk Kantor Polhut di Lhoong

Baca juga: Diduga Serangan Jantung, Muazin Meninggal Saat Mengumandangkan Azan Isya di Mushala Al Falah

Namun, meski berat Lulo Rose berkurang menjadi 85 karat, batu merah muda cerah itu tetap terlihat siap untuk mencetak rekor penjualan barunya sendiri.

Manusia telah mengumpulkan dan memperdagangkan berlian sejak 2500 SM.

Selama ribuan tahun penampilan mereka yang memesona dan kelangkaannya membuat berlian menjadi simbol status yang dicari dan hanya mampu dimiliki oleh orang-orang terkaya di dunia.

Berlian terbentuk jauh di bawah tanah, biasanya 160 kilometer atau lebih di bawah permukaan bumi.

Beberapa berlian mungkin akan tersingkap ke permukaan selama letusan gunung berapi, tetapi saat ini sebagian besar ditemukan melalui upaya penambangan di seluruh dunia.

Sekitar 90 juta karat berlian kasar ditambang untuk perhiasaan setiap tahun dan menghasilkan lebih dari 300 miliar dolar Amerika Serikat pendapatan di seluruh dunia.

Namun, menurut laporan yang dirilis oleh Human Rights Watch tahun 2018, kondisi penambangan berlian sering kali berbahaya dan industri ini telah dikaitkan dengan pemindahan penduduk asli, eksploitasi pekerja, polusi, dan pelanggaran hak asasi.

(Kompas.com)

Baca juga: Pria Ini Ungkapkan ilang Rasa Pada Istrinya, Padahal Baru Menikah 2 Tahun & Punya Anak Pertama

Baca juga: Rumah Pemain Chelsea Reece James Kemalingan, Sejumlah Barang Berharga Hilang

Baca juga: Petugas Satpol PP Kota Banda Aceh Gencar Tertibkan PKL di Sepanjang Jalan Protokol

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved