Berita Pidie

Hakim MS Pidie Bebaskan Terdakwa Penzina Muda, Pelaku Tua Dicambuk 100 Kali

Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie mengajukan kasasi terhadap putusan majelis hakim Mahkamah Syari’yah (MS) Sigli yang membebaskan terdakwa RTA (22) ...

Editor: Muliadi Gani
FOTO: DOK. KEJARI PIDIE
Kejari Pidie melakukan eksekusi cambuk terhadap tujuh terpidana di halaman tengah kantor kejari setempat, Senin (22/11/2021). 

PROHABA.CO, SIGLI - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie mengajukan kasasi terhadap putusan majelis hakim Mahkamah Syari’yah (MS) Sigli yang membebaskan terdakwa RTA (22) dalam perkara jarimah perzinaan.

Sementara itu, terdakwa perkara zina lainnya yang berusia lebih tua, yakni ZIA (52), telah dieksekusi cambuk 100 kali di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Pidie, Senin (1/8/2022).

“JPU Kejari Pidie menuntut dua terdakwa 200 sebatan rotan karena terbukti melakukan perbuatan perzinaan,” kata Kepala Kejaksaan (Kajari) Pidie, Gembong Priyanto SH, MHum kepada Prohaba, Senin (1/8/2022).

Ia terangkan bahwa pasangan itu dinilai jaksa telah terbukti melanggar Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Baca juga: Oknum PNS Ini Dicambuk 24 Kali di Taman Sari, Ini Pelanggaran Syariat yang Dilakukan

Rinciannya, terdakwa I yang berinisial ZIA merupakan warga salah satu desa di Kecamatan Mutiara, Pidie.

Ia dituntut untuk menerima sebatan rotan 100 kali.

Terdakwa 2, RTA, tercatat sebagai warga Kecamatan Indrajaya, Pidie, juga dituntut 100 kali cambuk.

Namun, kata Kajari Pidie, dalam vonis majelis hakim Mahkamah Syar”iyah Sigli, hanya terdakwa ZIA yang dijatuhi hukuman 100 kali cambuk.

“Vonis majelis hakim sama dengan tuntutan JPU Kejari Pidie,” terang Gembong Priyanto.

Akan tetapi, lanjut Kajari, vonis majelis hakim MS Sigli terhadap RTA justru berseberangan dengan tuntutan JPU Kejari Pidie.

Baca juga: Empat Terdakwa Pelanggar Syariat di Langsa Dicambuk

Baca juga: Sering Jadi Sasaran Kritik, Lionel Messi Dibela Neymar

Majelis hakim justru membebaskan RTA dengan alasan tidak terbukti secara hukum.

Majelis hakim malah menilai terdakwa mengalami keterbelakangan mental.

“Kami JPU tidak terima putusan majelis hakim Mahkamah Syar’iyah Sigli yang membebaskan terdakwa RTA,” tandas dia.

“Atas dasar itu, kami melakukan upaya hukum (kasasi) terhadap putusan tersebut,” jelasnya.

Menurut Gembong, terdakwa ZIA yang dijatuhi hukuman 100 kali cambuk telah dieksekusi di Kantor Kejari Pidie, Senin (1/8/2022).

Cuma, Kejari Pidie tidak melakukan ekseskusi di halaman masjid, mengingat tidak memiliki dana.

“Yang melakukan eksekusi Kejari, tapi yang menyiapkan tempatnya Satpol PP dan WH Pidie karena dananya ada pada mereka,” bebernya.(naz)

Baca juga: Sepuluh Pelaku Maksiat di Lhokseumawe Dicambuk

Baca juga: Polisi Tangkap Dua Minibus Diduga Bawa 3 Ton Solar Ilegal

Baca juga: Kepergok Berduaan di Penginapan, Pasangan Nonmahram Dicambuk

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved