Luar Negeri

Rusia Tuding AS Terlibat Langsung Perang Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia menuding Amerika Serikat (AS) "terlibat langsung" dalam perang di Ukraina, dan telah menyampaikan informasi intelijen ...

Editor: Muliadi Gani
AFP/ALEXANDER NEMENOV
Tentara Rusia berpatroli di teater drama Mariupol, dibom 16 Maret lalu, pada 12 April 2022 di Mariupol. - Perusahaan dan penjara di Rusia dilaporkan merekrut relawan untuk berperang di Ukraina, diduga karena kekurangan pasukan. 

PROHABA.CO, MOSKWA - Kementerian Pertahanan Rusia menuding Amerika Serikat (AS) "terlibat langsung" dalam perang di Ukraina, dan telah menyampaikan informasi intelijen yang telah menyebabkan "kematian massal warga sipil".

AS disebut bertanggung jawab atas serangan roket oleh Kyiv di daerah berpenduduk di Donbas timur dan di daerah lain.

"Semua ini tidak dapat disangkal membuktikan bahwa Washington, bertentangan dengan klaim Gedung Putih dan Pentagon, terlibat langsung dalam konflik di Ukraina," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan sebagaimana dilansir Guardian pada Selasa (2/8).

Rusia menuduh Gedung Putih memasok informasi penargetan yang digunakan oleh Kyiv untuk melakukan serangan rudal jarak jauh.

Klaim ini pun menempatkan peran intelijen Amerika Serikat (AS) dalam perang di Ukraina berada di bawah pengawasan.

Pemerintahan Biden sejauh ini telah memberikan lebih dari 8 miliar dollar AS (Rp 119 triliun) dalam bantuan keamanan ke Ukraina sejak invasi Rusia pada Februari.

Itu sudah termasuk tambahan 550 juta dollar AS (Rp 8 triliun) yang diumumkan pada Senin (1/8).

Baca juga: Untuk Pertama Kalinya, Rusia Mengakui Kehabisan Senjata untuk Perangi Ukraina

Namun, Washington dengan tegas membantah bahwa ia adalah peserta dalam konflik atau sedang berperang dengan Rusia.

Komentar Kremlin muncul setelah wawancara yang diberikan kepada Telegraph pada Senin (1/8) oleh Vadym Skibitsky, penjabat wakil kepala intelijen militer Ukraina.

Skibitsky mengatakan sistem artileri jarak jauh Himars buatan AS sangat efektif dalam memusnahkan bahan bakar dan amunisi Rusia.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved