Senin, 8 Juni 2026

Luar Negeri

Israel Serang Jalur Gaza, 10 Orang Tewas

Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan, sedikitnya 10 orang tewas, termasuk seorang bocah perempuan berusia 5 tahun dan seorang wanita berusia ...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
REUTERS/AMIR COHEN
Ilustrasi Gaza diserang Israel. 

PROHABA.CO, GAZA CITY - Militer Israel melancarkan serangan mematikan di Jalur Gaza pada Jumat (6/8).

Kelompok Islamic Jihad di Jalur Gaza mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa salah satu pentolannya, Tayseer Al Jabari, tewas dalam serangan tersebut.

Dilansir CNN, Al Jabari merupakan komandan di Brigade Quds, sayap bersenjata Islamic Jihad, anggota Dewan Militernya.

Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan, sedikitnya 10 orang tewas, termasuk seorang bocah perempuan berusia 5 tahun dan seorang wanita berusia 23 tahun.

Selain itu, 75 lainnya terluka.

Israel menegaskan, sebagian besar dari korban tewas dalam serangan militernya adalah milisi.

Seorang produser CNN di Gaza melihat petugas medis membawa dua mayat keluar dari sebuah gedung yang disebut Menara Palestina yang terkena salah satu serangan.

Baca juga: Lagi, Israel Tembak Mati Jurnalis Perempuan Palestina di Tepi Barat

Militer Israel berdalih, serangan tersebut menargetkan fasilitas Islamic Jihad, salah satu kelompok milisi besar di Gaza yang lebih kecil dibandingkan Hamas.

Militer Israel menuturkan, fokus utama dari serangan tersebut adalah serangan udara pre-emptive di Al Jabari dan serangan terhadap dua regu anti-tank yang sedang dalam perjalanan untuk melakukan serangan terhadap pasukan Israel.

Seorang juru bicara militer Israel menuturkan, dua regu anti-tank dari kelompok milisi terlacak selama beberapa hari sebelum Angkatan Udara Israel melakukan operasinya.

Dia menambahkan, Israel menghadapi ancaman yang akan segera terjadi selama beberapa hari ketika dua unit regu anti-tank bergerak sangat dekat ke pagar yang memisahkan Gaza dari Israel.

Militer Israel memaparkan, situasi khusus diumumkan di daerah sekitar Gaza untuk mengantisipasi kemungkinan tembakan roket, atau serangan balasan lainnya.

Baca juga: OKI Desak Lembaga PBB Kecam Serangan Israel di Masjid Al-Aqsa

Baca juga: Israel Serang Al-Aqsa: Masuki Masjid, Tembak dan Lukai Puluhan Orang

"Tujuan dari operasi ini adalah menghilangkan ancaman nyata terhadap warga Israel dan warga sipil yang tinggal di sekitar Jalur Gaza, serta penargetan teroris dan sponsor mereka," kata Perdana Menteri Israel Yair Lapid dan Menteri Pertahanan Benny Gantz kata dalam pernyataan bersama.

Islamic Jihad bersumpah untuk menanggapi serangan Israel terbaru.

“Semua opsi terbuka, dengan segala cara yang dimiliki perlawanan Palestina, baik di Gaza maupun di luar,” kata Juru Bicara Islamic Jihad Daoud Shehab kepada Al Jazeera.

“Medan perang terbuka. Perlawanan akan merespons dengan semua kekuatan.

Kami tidak akan mengatakan bagaimana, tetapi itu tidak bisa dihindari,” sambung Shehab.

Sementara itu, Gantz mengizinkan pemanggilan 25.000 pasukan cadangan pada Jumat malam waktu setempat, menandakan kesiapan Israel untuk eskalasi skala penuh.

Mereka akan memperkuat komando selatan, yang mencakup daerah sekitar Gaza, serta unit-unit yang mengoperasikan sistem pertahanan udara Israel.

Sirene yang menunjukkan tembakan roket terdengar di kota selatan Sderot dan desa-desa lain yang dekat dengan Gaza pada Jumat malam. (kompas.com)

Baca juga: Gol Lionel Messi Bikin Akun Twitter Klub Lawan Terpesona

Baca juga: Dua Wanita Palestina Tewas Ditembak Pasukan Israel di Tepi Barat

Baca juga: Rusia Tuding AS Terlibat Langsung Perang Ukraina

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved