Kasus

Bharada E Mengaku Jari Kanan Brigadir J Ditembak Atasannya dengan Pistol HS-9

Kuasa hukum Bharada E atau Bharada Eliezer, Muhammad Burhanuddin mengungkapkan penyebab luka di jari-jari Brigadir J. Awalnya kuasa hukum Bharada E

Editor: Muliadi Gani
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Bharada E saat memenuhi panggilan Komnas HAM. Tersangka kasus kematian Brigadir J ini mulai buka suara dengan menyatakan tidak ada kontak tembak dirinya dengan Brigadir J. 

PROHABA.CO, JAKARTA - Kuasa hukum Bharada E atau Bharada Eliezer, Muhammad Burhanuddin mengungkapkan penyebab luka di jari-jari Brigadir J.

Awalnya kuasa hukum Bharada E ini menegaskan tidak ada baku tembak antara kliennya dengan Brigadir J, di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Proyektil peluru di lokasi kejadian, kata Burhanuddin, hanya alibi dari atasan Bharada E untuk mengarang cerita.

Kliennya mengaku pistol Brigadir J, HS-9 buatan Kroasia diambil oleh atasannya.

Sang atasan kemudian memakainya untuk menembak ke jari kanan korban dan tembok.

“Jadi, senjata almarhum yang tewas itu dipakai untuk tembak jari kanan itu, bukan saling baku tembak,” ungkap Burhanuddin, Senin (8/8/2022).

Baca juga: Irjen Ferdy Sambo Akhirnya Tersangka

Tembakan ke beberapa dinding rumah Irjen Ferdy Sambo dilakukan supaya ada kesan terjadi baku tembak di sana.

Namun, Burhanuddin tidak menyebutkan berapa jumlah peluru yang diletuskan ke arah dinding dan tubuh Brigadir J.

“Ya, nanti pengembangan penyidikan, itu terlalu delik kalau saya itukan, ribet saya,” paparnya.

Menurut Burhanuddin, Bharada E menembak Brigadir J di bawah tekanan, kliennya mau tak mau menembak Brigadir J karena perintah atasan.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved