Luar Negeri

Salman Rushdie Terancam Kehilangan Sebelah Mata

Penulis buku Ayat-Ayat Setan atau The Satanic Verse, yaitu Salman Rushdie, terancam kehilangan salah satu matanya akibat ditikam pada di sisi kanan

Editor: Muliadi Gani
(Sumber: Evan Agostini/Invision via AP)
Novelis Salman Rushdie saat menghadiri acara National Book Awards di New York pada 15 November 2017. 

PROHABA.CO, NEW YORK - Penulis buku Ayat-Ayat Setan atau The Satanic Verse, yaitu Salman Rushdie, terancam kehilangan salah satu matanya akibat ditikam pada di sisi kanan kepala, leher, dan perutnya.

Salman Rushdie ditikam pada Jumat (12/8/2022) saat menghadiri acara sastra di negara bagian New York, Amerika Serikat (AS).

Setelah ditikam, dia diterbangkan ke rumah sakit untuk menjalani operasi darurat dan sekarang harus memakai ventilator atau alat bantu pernapasan.

“Salman kemungkinan akankehilangan satu matanya;saraf di lengannya terputus dan hatinya tertusuk dan rusak,” kata agennya, yaitu Andrew Wylie dikutip dari kantor berita AFP, seraya menambahkan bahwa Rushdie saat ini tidak dapat berbicara.

Tersangka telah ditahan dan diidentifi kasi sebagai Hadi Matar (24) dari Fairfi eld, New Jersey, Amerika Serikat.

Baca juga: Catatan Buruk David D Gea di Balik Karamnya Manchester United

Salman Rushdie sempat dipuji dunia karena novel keduanya yang berjudul Midnight’s Children pada 1981 serta memenangi Booker Prize bergengsi di Inggris untuk penggambarannya tentang India pasca merdeka.

Namun, buku The Satanic Verse atau Ayat-Ayat Setan yang ia tulis pada 1988 memicu keputusan agama oleh pemimpin revolusioner Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini yang menyerukan kematian terhadap Salman Rushdie.

Novel itu oleh sebagian umat Islam dianggap tidak menghormati Nabi Muhammad saw.

Polisi mengatakan, Salman Rushdie ditikam di leher dan perut.

Sejumlah orang bergegas ke panggung dan meringkus tersangka ke lantai sebelum polisi yang hadir di acara itu menangkapnya.

Seorang dokter di antara para peserta sempat memberikan perawatan medis sampai responden darurat pertama tiba.

Baca juga: Jasma Warga Gampong Rambong Aceh Selatan Ditikam Sepupunya, Motif belum Diketahui

Baca juga: Residivis Kasus Pencurian Bunuh Istri Sirinya yang Tengah Hamil 3 Bulan, Terbongkar Setelah 5 Bulan

Pewawancara di atas panggung, Ralph Henry Reese (73) tahun, mengalami luka di wajah, tetapi sudah dipulangkan dari rumah sakit, kata polisi.

Serangan itu terjadi di Chautauqua Institution yang menyelenggarakan program seni di kawasan tepi danau yang tenang, 110 kilometer selatan Kota Buffalo.

Carl LeVan, profesor politik Universitas Amerika yang menghadiri acara tersebut mengatakan kepada AFP bahwa dia melihat tersangka berlari ke panggung tempat Salman Rushdie duduk dan menikamnya berulang kali.

LeVan mengaku syok dengan insiden itu, karena menurutnya, Chautauqua adalah tempat yang aman untuk kebebasan berkreasi.

“Mengetahui bahwa ini terjadi di sini, dan melihatnya--itu mengerikan,” katanya.

“Apa yang saya lihat hari ini adalah inti dari intoleransi,” ujar LeVan.

Saksi lain bernama John Stein mengatakan kepada ABC, penyerang menusuk pada sisi kanan kepala lalu leher, dan darah keluar setelah Salman Rushdie ditikam. (Kompas.com)

Baca juga: Santet Jadi Motif Penikaman Saudara Sepupuan di Gampong Rambong Aceh Selatan

Baca juga: Lerai Perkelahian, Petani Tewas Ditikam, Berawal dari Pencurian Hp

Baca juga: Terlibat Penganiayaan dan Bawa Sajam saat Tawuran 5 Siswa Ditetapkan sebagai Tersangka

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved