Tahukah Anda

Belalang Bisa Mencium Sel Kanker pada Manusia

Para ilmuwan telah menemukan fakta bahwa belalang ternyata mahir dalam mencium sel kanker pada manusia. Belalang bisa membedakan sel manusia ...

Editor: Muliadi Gani
PIXABAY
Ilustrasi belalang. Belalang adalah salah satu hama yang merusak tanaman. 

PROHABA.CO - Para ilmuwan telah menemukan fakta bahwa belalang ternyata mahir dalam mencium sel kanker pada manusia.

Belalang bisa membedakan sel manusia yang sehat dan mana sel manusia yang terkena kanker hanya dengan menggunakan indera penciuman mereka.

Para ilmuwan merasa temuan ini merupakan suatu hal yang baik karena bisa menjadi peluang untuk dapat mendeteksi penyakit kanker lebih awal dan meningkatkan peluang pemulihan.

Melansir Science Alert edisi (8/8/2022), studi tersebut tidak hanya menemukan fakta belalang bisa mencium sel kanker, tetapi bisa melakukan hal yang lebih baik daripada itu.

Di antaranya memilih garis sel kanker individu atau riwayat, menunjukkan jenis kanker, serta keberadaan kanker dapat dideteksi.

Hal ini dianggap peluang yang baik dalam dunia medis karena jika kita dapat mengetahui bagaimana memanfaatkan kemampuan belalang ini dalam perangkat atau teknologi medis, maka ini akan menjadi potensi perkembangan yang sangat besar dalam bidang kesehatan.

Baca juga: Bangkai Cumi-Cumi Raksasa Ditemukan di Afrika Selatan

Studi ini telah diterbitkan di situs web pracetak BioRxiv sebelum peer-review, mengenai temuan yang menjanjikan untuk deteksi dini kanker.

Di berbagai jenis kanker, tingkat kelangsungan hidup sekitar 10-20 persen ketika kanker terdeteksi pada stadium 4, ketika telah menyebar ke bagian lain dari tubuh.

Bandingkan dengan kanker yang terlihat pada stadium 1, di mana pasien memiliki peluang 80-90 persen untuk bertahan hidup sehingga perbedaanya sangat besar.

Ahli mikrobiologi Christopher Contag dari Michigan State University menjelaskan, dalam studi yang dilakukan, menunjukkan bahwa deteksi belalang yang diukur dengan perubahan aktivitas otak mereka yang diambil oleh elektroda, terbukti andal, sensitif, dan cepat terjadi hanya dalam beberapa milidetik.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved