Breaking News:

Tahukah Anda

Belalang Bisa Mencium Sel Kanker pada Manusia

Para ilmuwan telah menemukan fakta bahwa belalang ternyata mahir dalam mencium sel kanker pada manusia. Belalang bisa membedakan sel manusia ...

Editor: Muliadi Gani
PIXABAY
Ilustrasi belalang. Belalang adalah salah satu hama yang merusak tanaman. 

Tujuan akhir dari tim ini adalah untuk ‘meretas’ otak serangga agar dapat digunakan untuk diagnosis penyakit, merekayasa balik kekuatan mengendus alami belalang.

Contag berpendapat bahwa ini masih sangat awal, tetapi para peneliti dapat melihat jalan menuju perangkat deteksi yang dapat digunakan.

“Secara teoritis, Anda bisa bernapas melalui perangkat, dan itu akan mampu mendeteksi dan membedakan beberapa jenis kanker dan bahkan stadium penyakit mana,” kata insinyur biomedis Debajit Saha dari Michigan State University.

“Namun, perangkat semacam itu belum digunakan dalam pengaturan klinis,” imbuhnya.

Mekanisme studi kemampuan belalang deteksi kanker Contag menjelaskan, dengan temuan ini, kita berharap dapat memanfaatkan kemampuan yang dimiliki oleh belalang dalam hal penciuman bau itu untuk dapat menangkap perubahan sel abnormal pada individu lebih awal.

Baca juga: Berukuran Setengah Milimeter, Robot Kepiting Terkecil di Dunia

Tim peneliti melakukan penelitian ini dengan melihat respons elektroda yang menempel pada otak belalang.

Dengan menilai elektroda belalang, tim dapat mengukur respons serangga terhadap sampel gas dari sel yang berbeda dan membangun profil sinyal yang mewakili bahan kimia yang mereka cium.

Benar saja, profil yang dibuat sebagai respons terhadap sel sehat dan sel kanker berbeda.

Setelah sebelumnya menetapkan bahwa sel-sel dari kanker mulut terlihat berbeda dengan sel-sel normal di bawah mikroskop, dan menempatkannya pada pergeseran metabolit, para ilmuwan dapat mengonfi rmasi bahwa sel-sel tersebut memang berbau berbeda.

Belalang kemungkinan besar bisa mendeteksi bau VOC di udara, yang dilepaskan oleh sampel gas dari sel yang dijadikan bahan studi.

Namun, memang studi khusus ini membatasi pengujian sampel saat itu pada kanker mulut.

Kendati demikian, para peneliti yakin bahwa jenis kanker lain dapat dideteksi dengan cara yang sama, karena sinyal yang berbeda dari VOC yang dihasilkan oleh gas dari sel-sel itu akan berbeda.

“Kami berharap sel kanker akan tampak berbeda dari sel normal.

Tetapi ketika serangga dapat membedakan tiga kanker yang berbeda satu sama lain, itu luar biasa,” kata Contag.

(Kompas. com)

Baca juga: Kepercayaan Terhadap Polri Turun Jadi 28 Persen, Ini Penegasan Kapolri

Baca juga: Sikap Suami Berubah Drastis Setelah 10 Tahun Nikah, Sang Istri Kaget saat Menemukan Benda Ini di Tas

Baca juga: Moniq Cewek Papua Dinikahi Cowok Bule Brondong Asal Belanda, Kini Keduanya Tinggal di Luar Negeri

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved