Tahukah Anda
Kenapa Hari Senin Terasa Menyebalkan?
Bagi sebagian besar orang, ungkapan besok Senin, mungkin terdengar tidak menyenangkan mengingat harus kembali beraktivitas setelah akhir pekan ...
Kadar kortisol atau hormon stres biasanya naik satu hingga dua jam sebelum orang tersebut bangun untuk sekolah atau bekerja, dan menurun setelah puncak siklus ini.
Demikian pula, tingkat melatonin untuk mengatur pola tidur yang biasanya memuncak pada malam hari mulai lebih lambat di akhir pekan, untuk menyelaraskan dengan waktu tidur.
Banyak hormon lain yang sebagian diatur oleh mekanisme sirkadian seperti estrogen, testosteron, hormon pertumbuhan, hormon tiroid, insulin, dan hormon nafsu makan lainnya, berusaha keras karena pola tidur berubah.
Siklus hormon tersebut memiliki efek mendalam tidak hanya pada perasaan saja, tetapi fungsi organ internal.
Oleh karena itu, ketika tidak selaras dengan jadwal tidur alami, Anda menjadi rentan terhadap sejumlah kondisi fisik dan psikologis yang negatif.
Saat Senin datang, setelah 48 jam dari siklus tidur-bangun yang terlambat, kadar kortisol memuncak selama perjalanan ke tempat kerja dan di pagi hari bukan sebelum bangun.
Akibatnya, orang cenderung stres saat Senin pagi.
Baca juga: Lucinta Luna Bongkar Biaya Operasi Pita Suara
Bangun lebih awal pada hari Senin dibandingkan saat Sabtu dan Minggu, mungkin juga menyebabkan resistensi insulin dan leptin.
Sehingga, memengaruhi suasana hati, fungsi kognitif, nafsu makan, dan kontrol glukosa darah.
Efek dari disregulasi hormon begitu kuat bahkan mengurangi kemampuan jantung untuk merespons stres, meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular seperti serangan jantung.
Cara mengatasi hari Senin yang buruk Solusi paling efektif dan praktis untuk mengatasi hari Senin yang terasa buruk adalah meminimalkan perubahan siklus tidur-bangun, antara hari kerja dan akhir pekan.
Artinya, mengurangi tingkat perubahan jam sirkadian merupakan cara untuk menghindari peningkatan stres di hari Senin.
Peneliti menemukan, tingkat penurunan variabilitas detak jantung yang disebabkan oleh jet lag atau akhir pekan secara langsung berkaitan dengan perbedaan siklus tidur-bangun selama sepekan.
Sederhananya, orang yang menerapkan pola tidur-bangun dengan konsisten sepanjang minggu merasa lebih baik pada hari Senin seperti pada hari-hari lain dalam sepekan.
Maka, tetap mengikuti jam tidur seperti pada hari biasanya dapat membantu meminimalkan perasaan menyebalkan yang muncul saat memulai aktivitas seperti bekerja ataupun bersekolah. (Kompas.com)
Baca juga: Naik Mobil Pikap, Tiga Orang Turun dan Gasak Kotak Amal di Masjid Al-Barokah Klaten
Baca juga: Peneliti Temukan Kura-Kura Raksasa Baru di Galapagos, Spesiesnya Belum Diketahui
Baca juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Anak, Deteksi Sejak Usia Sekolah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Monday-blues-adalah-perasaan-negatif-yang-muncul-ketika-menghadapi-hari-senin.jpg)