Jumat, 12 Juni 2026

Luar Negeri

Serangan Roket Rusia Hantam Stasium Kereta Api Ukraina, 22 Orang Tewas

Sedikitnya 22 orang tewas dan puluhan lainnya cedera pada Rabu (23/8), ketika serangan roket Rusia menghantam sebuah kota Ukraina dan membakar kereta

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
FOTO: REUTERS
Rusia melancarkan serangan tepat saat Ukraina memperingati Hari Kemerdekaannya di Kota Chaplyne, Rabu. 

PROHABA.CO, KYIV - Sedikitnya 22 orang tewas dan puluhan lainnya cedera pada Rabu (23/8), ketika serangan roket Rusia menghantam sebuah kota Ukraina dan membakar kereta penumpang.

Serangan tersebut dilancarkan Rusia saat negara itu memperingati 31 tahun kemerdekaannya dari dominasi pemerintahan Soviet.

Presiden Volodymyr Zelensky telah memperingatkan pada Selasa (23/8) tentang risiko "provokasi Rusia yang kejam" pada Hari Kemerdekaan Ukraina, yang kebetulan bertepatan dengan enam bulan invasi ke Ukraina.

Dalam pidato video kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Zelensky mengatakan roket menghantam sebuah kereta api di kota kecil Chaplyne, sekitar 145 kilometer barat Donetsk yang diduduki Rusia di Ukraina timur.

Empat gerbong terbakar, katanya.

"Chaplyne adalah penderitaan kami hari ini.

Sampai saat ini ada 22 orang tewas," katanya dalam pidato video, menambahkan Ukraina akan membuat Rusia bertanggung jawab atas semua yang telah dilakukannya.

Baca juga: Enam Rudal Rusia Hantam Pangkalan Militer di Kyiv

"Kami tanpa ragu akan mengusir penjajah dari tanah kami.

Tidak ada jejak kejahatan ini yang akan tersisa di Ukraina kami yang bebas," katanya sebagaimana dilansir Reuters pada Kamis (25/8/).

Ajudan Zelensky Kyrylo Tymoshenko kemudian mengatakan pasukan Rusia telah menembaki Chaplyne dua kali.

Seorang anak laki-laki tewas dalam serangan pertama ketika rumahnya terkena rudal dan 21 orang tewas kemudian ketika roket menghantam stasiun kereta api dan membakar lima gerbong kereta penumpang, katanya dalam sebuah pernyataan.

Kementerian pertahanan Rusia tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Perayaan hari libur nasional 24 Agustus dibatalkan, tetapi banyak orang Ukraina menandai kesempatan itu dengan mengenakan kemeja bordir khas pakaian nasional Ukraina.

Setelah berhari-hari peringatan bahwa Moskwa dapat menggunakan Hari Kemerdekaan untuk menembakkan lebih banyak rudal ke pusat-pusat kota besar, kota terbesar kedua Kharkiv berada di bawah jam malam, setelah berbulan-bulan sering dibombardir.

Baca juga: Jurnalis Rusia jadi Korban Serangan Rusia saat Sedang Merekam Suasana Mencekam di Ukraina

Sirine serangan udara meraung setidaknya tujuh kali di Ibu Kota Kyiv pada siang hari meskipun tidak ada serangan ang terjadi.

Dalam pidato emosional kepada rekan senegaranya pada hari sebelumnya, Zelensky mengatakan Ukraina "dilahirkan kembali" ketika Rusia menyerbu dan pada akhirnya akan mengusir pasukan Rusia sepenuhnya.

"Sebuah bangsa baru muncul di dunia pada 24 Februari pukul 4 pagi.

Ia bukan baru lahir, tetapi dilahirkan kembali.

Sebuah bangsa yang tidak menangis, menjerit atau ketakutan.

Bangsa yang tidak melarikan diri.

Tidak menyerah," katanya, berbicara di depan monumen utama kemerdekaan Kyiv dengan seragam tempur khasnya.

Zelensky dan istrinya, Olena Zelenska, bergabung dengan para pemimpin agama untuk kebaktian di katedral St.

Baca juga: Keluarga Pastikan Kabar Nathalie Holscher Hamil Anak Sule Hoaks

Sophia abad ke-11 di Kyiv dan meletakkan bunga di peringatan tentara yang gugur.

Pemimpin berusia 44 tahun itu mengatakan Ukraina akan merebut kembali wilayah yang diduduki Rusia di Ukraina timur dan semenanjung Crimea, yang dianeksasi Rusia pada 2014.

"Kami tidak akan duduk di meja perundingan karena takut, dengan pistol mengarah ke kepala kami.

Bagi kami, besi yang paling mengerikan bukanlah rudal, pesawat dan tank, tetapi belenggu," katanya.

Dalam pembaruan malamnya, komando tinggi tentara Ukraina mengatakan serangan udara dan rudal Rusia terhadap sasaran militer dan sipil terus berlanjut hingga Rabu.

"Hari ini kaya dengan sirene serangan udara," katanya dalam sebuah catatan tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

(kompas.com)

Baca juga: Jadi Pengedar Sabu, Oknum PNS dan Istrinya Ditangkap

Baca juga: Kyiv Tuduh Rusia Lakukan Penculikan Massal Anak-anak Ukraina untuk Diadopsi Ilegal di Siberia

Baca juga: Peringatan Mantan Presiden Rusia: Insiden Nuklir Bisa Saja Terjadi di Eropa

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved