Kamis, 16 April 2026

Tahukah Anda

Asal-usul Nama-Nama Hari dalam Seminggu

Seperti yang telah diketahui, dalam satu minggu ada tujuh hari yang di antaranya Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu ...

Editor: Muliadi Gani
FOTO UNSPLASH.COM
Ilustrasi kalender 2022 berisi nama-nama hari dalam seminggu. 

PROHABA.CO - Seperti yang telah diketahui, dalam satu minggu ada tujuh hari yang di antaranya Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu.

Inilah yang digunakan semua orang di dunia, untuk menentukan waktu bekerja, bersekolah, dan sebagainya.

Anda mungkin pernah bertanya-tanya, mengapa seminggu ada tujuh hari dan bagaimana asal-usul penemuan nama hari?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penemuan yang mengubah dunia kali ini membahas lebih dalam soal siapa penemu hari dan bagaimana ditemukannya hari.

Menariknya, penemuan nama hari berasal dari kalender Babilonia yang didasarkan pada kalender Sumeria di abad ke-21 Sebelum Masehi.

Tujuh hari sesuai dengan waktu yang dibutuhkan Bulan untuk bertransisi, di antara setiap fase penuh, setengah memudar, baru, dan setengah membesar.

Lantaran siklus bulan adalah 29,53 hari, orang Babilonia akan memasukkan satu atau dua hari ke dalam minggu terakhir setiap bulan.

Seperti dilansir dari Live Science, Kamis (8/5/2014), asal-usul nama-nama hari dalam tradisi orang Yahudi, seminggu ditentukan memiliki tujuh hari.

Baca juga: Channa Barca, Ikan Hias Berkepala Ular dengan Harga Termahal di Dunia

Assyriologists seperti Friedrich Delitzsch dan Marcello Craveri mengatakan bahwa orang-orang Yahudi mewarisi siklus tujuh hari dari kalender Babilonia.

Bangsa Romawi juga mewarisi sistem ini dari tradisi Babilonia, meskipun mereka tidak mulai menggunakannya sampai penetapan Kalender Julian pada abad 1 Sebelum Masehi.

Orang Romawi sebelumnya menggunakan siklus nundinal, sebuah sistem yang mereka gunakan dari bangsa Etruria.

Ini adalah siklus delapan hari di mana pada hari tertentu, orang desa akan datang ke kota dan penduduk kota membeli bahan makanan selama delapan hari.

Ketika seminggu ditetapkan berjumlah tujuh hari oleh Konstantinus pada tahun 321 Masehi, siklus nundinal tidak digunakan lagi.

Dari nama dewa

Asal-usul nama hari dalam seminggu tak terlepas dari sejarah budaya bangsa Romawi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved