Rabu, 8 April 2026

Luar Negeri

Monster Laut Bermuka Buaya Ditemukan di Amerika Serikat

Monster laut bermuka buaya ini pernah menguasai wilayah perairan yang sekarang menjadi bagian dari wilayah Wyoming, Amerika Serikat ...

Editor: Muliadi Gani
FOTO: NATHAN ROGERS via LIVE SCIENCE
Ilustrasi Serpentisuchops pfisterae. Reptil laut yang dijuluki monster laut bermuka buaya. Fosil makhluk laut ini diketahui hidup jutaan tahun lalu di tempat yang sekarang dikenal sebagai Wyoming di Amerika Serikat. 

PROHABA.CO, WYOMING - Jutaan tahun lalu, reptil laut besar berleher panjang hidup di perairan kuno.

Monster laut bermuka buaya ini pernah menguasai wilayah perairan yang sekarang menjadi bagian dari wilayah Wyoming, Amerika Serikat.

Semasa hidupnya, reptil laut itu menggunakan leher dan rahangnya yang mirip buaya untuk menangkap ikan dan makhluk laut kecil lainnya.

Dilansir dari Live Science, Selasa (27/9/2022) ahli paleontologi menemukan fosil monster laut ini pada tahun 1995. 

Penemuan monster laut ini dilakukan selama penggalian di bagian paling atas Pierre Shale, sebuah formasi geologis yang berasal dari periode Kapur Atas (sekitar 101 juta hingga 66 juta tahun yang lalu).

Baca juga: Di Bawah Es Antartika Ditemukan Fosil Air Laut

Tak seperti plesiosaurus lainnya, hewan ini memiliki karakteristik fisik yang membedakannya dari anggota lain dari kelompok reptil laut yang telah punah ini.

Sekarang, para peneliti telah mengungkapkan temuan monster laut purba bermuka buaya ini merupakan spesies baru ini dalam sebuah penelitian yang diterbitkan secara daring pada 26 September di jurnal iScience.

"Plesiosaurus biasanya terdiri atas dua jenis morfologi yang berbeda, memiliki leher panjang seperti ular dengan kepala kecil atau leher pendek dengan rahang seperti buaya," ungkap Walter Scott Persons IV, ahli paleontologi dari College of Charleston di South Carolina.

Namun, Persons yang juga merupakan penulis utama studi mengungkapkan pula bahwa fosil yang ditemukan menunjukkan makhluk laut tersebut merupakan persilangan antara keduanya.

Ahli paleontologi menamai monster laut bermuka buaya itu sebagai Serpentisuchops pfisterae, yang diterjemahkan menjadi "buaya berliku".

Baca juga: Channa Barca, Ikan Hias Berkepala Ular dengan Harga Termahal di Dunia

Sisa-sisa makhluk sepanjang 7 meter ini telah dipajang di Museum Paleontologi Glenrock dekat Casper, Wyoming, sejak fosil tersebut digali lebih dari 25 tahun lalu.

Lebih lanjut, dalam beberapa dekade sejak penemuan monster laut purba ini, ahli telah melakukan studi rinci tentang sisa-sisa hewan.

Studi terhadap fosil monster laut itu termasuk rahang bawah yang masih terpelihara, jumlah tengkorak yang cukup besar, leher lengkap, tulang belakang, serta sebagian besar ekor dan beberapa tulang rusuk.

"Satu-satunya bagian yang kami lewatkan adalah elemen anggota badan (reptil laut) yang digunakan untuk berenang," papar Persons.

Peneliti juga menemukan satu gigi yang masih tertinggal di dalam rahang spesimen reptil laut tersebut, sedangkan sisanya berserakan di antara sisa-sisa fosil.

Baca juga: Inilah Tanda yang Muncul Saat Tubuh Wanita Bermasalah, dr Zaidul Akbar Jelaskan Hal ini

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved