Sabtu, 25 April 2026

Luar Negeri

Kabut Asap Beracun Selimuti New Delhi, Sekolah akan Ditutup

Sekolah-sekolah dasar di New Delhi akan ditutup untuk melindungi anak-anak dari kabut asap beracun yang menyelimuti kota besar berpenduduk 20 juta ...

Editor: Muliadi Gani
AP PHOTO/ALTAF QADRI
Kabut asap menyelimuti cakrawala New Delhi, India, Jumat (5/11/2021). Polusi New Delhi memburuk pada Minggu (7/11/2021) ketika kualitas udara mencapai tingkat berbahaya, masalah yang muncul setiap musim dingin. 

PROHABA.CO, NEW DELHI - Sekolah-sekolah dasar di New Delhi akan ditutup untuk melindungi anak-anak dari kabut asap beracun yang menyelimuti kota besar berpenduduk 20 juta orang itu, kata kepala menteri ibu kota India tersebut pada Jumat (4/11).

Asap dari petani yang membakar tunggul tanaman, knalpot kendaraan, dan emisi pabrik bercampur setiap musim dingin, menyelimuti New Delhi dalam kabut berbahaya.

Pada Jumat (4/11), tingkat partikel paling berbahaya PM2.5--yang sangat kecil sehingga dapat memasuki aliran darah hampir 25 kali lipat di atas batas maksimum harian yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menurut pemantauan IQAir.

Kepala Menteri Delhi, Arvind Kejriwal, yang mendapat kecaman dari warga dan lawan politik karena gagal mengatasi krisis ini, mengatakan bahwa sekolah dasar akan ditutup mulai Sabtu (5/11) sampai situasi polusi membaik.

"Tidak boleh ada anak yang menderita dengan cara apa pun," kata Kejriwal kepada wartawan, dikutip dari kantor berita AFP.

Baca juga: Rumah Sakit di India Transfusikan Jus Buah kepada Pasien DBD, Bukannya Kasih Trombosit Darah

New Delhi sering digolongkan sebagai salah satu kota paling tercemar di dunia.

Pada Jumat (4/11), kota itu kembali menduduki puncak daftar kota besar dengan kualitas udara terburuk versi IQAir.

Studi Lancet pada 2020 mengaitkan 1,67 juta kematian di India dengan polusi udara selama 2019, termasuk hampir 17.500 di New Delhi.

Pemerintah setempat kerap mengumumkan berbagai rencana untuk mengurangi polusi, misalnya dengan menghentikan pekerjaan konstruksi, tetapi tidak banyak berpengaruh.

Puluhan ribu petani di seluruh India utara membakar ladang mereka pada awal setiap musim dingin untuk membersihkan tunggul tanaman dari sawah yang baru dipanen.

Praktik ini adalah salah satu pendorong utama masalah kabut asap tahunan Delhi, dan terus berlanjut meskipun ada upaya membujuk petani agar menggunakan metode pembukaan lahan yang berbeda.

Asap kebakaran pertanian menyumbang sepertiga polusi udara Delhi pada Kamis (3/11), menurut badan pemantau kualitas udara India. Situasi ini juga menjadi konflik politik.

Baca juga: Kondisi Masjid Jakarta Islamic Centre Masih Panas dari Sisa Asap Kebakaran

Baca juga: Anak Nikita Willy Sempat Jetleg & Alergi Udara Kotor Jakarta, Indra Priawan: Baby Issa Batuk-batuk

New Delhi dan Punjab diperintah oleh Partai Aam Aadmi (AAP), rival Partai Bharatiya Janata (BJP) pimpinan Perdana Menteri India Narendra Modi.

“Mulai hari ini, Punjab, negara bagian yang dijalankan oleh AAP, mengalami peningkatan pembakaran pertanian lebih dari 19 persen selama 2021,” twit Menteri Lingkungan India Bhupender Yadav dari BJP, Rabu (2/11).

"Tidak diragukan siapa yang mengubah Delhi menjadi kamar gas," tambahnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved