Pentagon Terima Ratusan Laporan Baru Terkait UFO

Departemen baru Pentagon menerima dan menyelidiki ratusan laporan baru terkait benda terbang tak dikenal (UFO), tetapi sejauh ini mengatakan tidak ...

Editor: Muliadi Gani
The New York Times
Potongan gambar menunjukkan penemuan oleh Super Hornet Angkatan Laut F/ A-18 dan objek yang tidak diketahui. Video ini dirilis oleh Program Identifikasi Ancaman Pesawat Canggih oleh Kementerian Pertahanan Amerika Serikat, Sabtu (16/12/2017). 

PROHABA.CO, WASHINGTON DC - Departemen baru Pentagon menerima dan menyelidiki ratusan laporan baru terkait benda terbang tak dikenal (UFO), tetapi sejauh ini mengatakan tidak menemukan bukti soal kehidupan alien.

All-domain Anomaly Resolution Office (AARO) didirikan pada Juli dan bertanggung jawab untuk tidak hanya melacak objek tak dikenal di langit, tetapi juga di bawah air atau di luar angkasa.

Mereka juga menyelidiki keberadaan objek yang berpotensi memiliki kemampuan untuk berpindah dari satu domain ke domain lain.

Kantor tersebut didirikan setelah lebih dari satu tahun memperhatikan objek terbang tak dikenal yang telah diamati oleh pilot militer AS, tetapi terkadang enggan dilaporkan karena kekhawatiran akan stigma yang bisa muncul.

Pada Juni 2021 Kantor Direktur Intelijen Nasional AS melaporkan bahwa antara 2004 dan 2021, ada 144 pertemuan yang diduga UFO.

Sebanyak 80 di antaranya ditangkap dengan berbagai sensor.

Baca juga: NASA Bentuk Tim Khusus untuk Selidiki Fenomena UFO

Baca juga: Heboh, Awan Mirip Piringan UFO Muncul di Langit

Sejak itu, "kami memiliki lebih banyak pelaporan", kata direktur kantor anomali Sean Kirkpatrick sebagaimana dilansir Guardian pada Jumat (16/12/2022).

Saat diminta menghitung jumlahnya, Kirkpatrick mengatakan, laporan yang diterimanya ada "beberapa ratus".

Laporan terbaru dari Direktur Intelijen Nasional yang akan memberikan angka spesifik tentang laporan baru yang diterima sejak 2021 diharapkan akan selesai pada akhir tahun, kata para pejabat.

Kantor tersebut didirikan tidak hanya untuk memeriksa pertanyaan apakah ada kehidupan di luar bumi, tetapi juga menelaah risiko keamanan yang ditimbulkan oleh begitu banyak pertemuan dengan benda terbang tak dikenal di sekitar instalasi militer atau pesawat militer.

Bulan Mei tahun ini, Kongres mengadakan dengar pendapat pertamanya dalam lebih dari setengah abad mengenai topik tersebut.

Para anggota Parlemen AS menyatakan keprihatinan bahwa hal yang tidak diketahui mungkin menciptakan sebuah risiko keamanan.

Mereka mempertanyakan apakah benda itu asing atau berpotensi merupakan teknologi baru yang diterbangkan oleh Cina, Rusia, atau musuh potensial lainnya.

Sejauh ini, "kami belum melihat apa-apa, dan kami masih sangat awal, yang akan membuat kami meyakini bahwa salah satu objek yang kami lihat berasal dari alien," kata Ronald Moultrie, Wakil Menteri Pertahanan AS untuk Intelijen dan Keamanan.

Baca juga: Teleskop Radio Terbesar di Dunia Ikut Melacak Alien di Bima Sakti

Baca juga: NASA Mulai Serius Berburu UFO

“Sistem apa pun yang tidak sah di wilayah udara kami, kami anggap sebagai ancaman terhadap keselamatan,” tambahnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved