Tahukah Anda
Teleskop Radio Terbesar di Dunia Ikut Melacak Alien di Bima Sakti
Tapi sekarang, teleskop radio terbesar di belahan Bumi Selatan bernama Teleskop MeerKAT yang tersusun dari 64 piringan individu di Afrika Selatan ...
PROHABA.CO, VIRGINIA - Satu diantara teleskop paling besar di dunia barusan tergabung jadi bagian dalam pemburuan sinyal tanda kehidupan alien.
Semenjak tahun 2016, proyek Breakthrough Listen secara diam-diam memakai teleskop radio untuk dengarkan signal radio yang tidak biasa dari kekuatan peradaban ekstraterestrial maju di Bima Sakti.
Proyek tersebut diluncurkan sebagian oleh mendiang Stephen Hawking dan telah menggunakan Teleskop Green Bank (GBT) di Virginia Barat, Amerika Serikat, dan Teleskop Parkes di New South Wales, Australia, serta teleskop radio dari seluruh dunia untuk memindai bintang terdekat.
Tapi sekarang, teleskop radio terbesar di belahan Bumi Selatan bernama Teleskop MeerKAT yang tersusun dari 64 piringan individu di Afrika Selatan telah bergabung untuk mencari kehidupan lain di alam semesta.
Mengutip Live Science, Selasa (6/12/2022), setelah lebih dari dua tahun mengintegrasikan program mereka ke dalam sistem MeerKAT, para ilmuwan Breakthrough Listen akhirnya mulai menggunakan data yang dikumpulkan oleh susunan piringan untuk mencari sinyal yang tidak biasa dari bintang terdekat.
Baca juga: Teleskop Radio Cina Berhasil Tangkap Sinyal dari Alien
Baca juga: Mengapa Alien Tidak Pernah Kunjungi Bumi?
"Masuknya MeerKAT akan memperluas jumlah target sebanyak 1.000 bintang dan meningkatkan kemungkinan mendeteksi tanda-tanda kehidupan alien," kata ilmuwan Breakthrough.
MeerKAT secara drastis meningkatkan jumlah target yang dapat dianalisis oleh Breakthrough Listen, karena piringannya dapat mengunci hingga 64 target berbeda sekaligus, sedangkan teleskop lain hanya dapat fokus pada satu per satu.
"Selain itu, MeerKAT dapat melihat area langit 50 kali lebih besar daripada yang dapat dilihat GBT sekaligus," ungkap Andrew Siemion, peneliti utama Breakthrough Listen dan direktur Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI) Universitas California Berkeley.
"Bidang pandang yang begitu besar biasanya berisi banyak bintang, yang merupakan target teknosignature yang menarik," paparnya.
Breakthrough Listen akan mengakses aliran data berkelanjutan dari MeerKAT tanpa mengganggu penelitian astronomi terjadwal.
Sebagai gantinya, data yang dikumpulkan dari studi lain akan dimasukkan ke dalam superkomputer, yang menggunakan algoritma khusus untuk memindai sinyal yang tidak dikenali berasal dari fenomena kosmik yang diketahui seperti pulsar, suar bintang, atau supernova.
Baca juga: Apa Itu Teleskop Luar Angkasa James Webb? Simak Fitur Kegunaannya Berikut Ini
Baca juga: Kecanggihan Teleskop Webb Berpotensi Temukan Alien
Ketika sinyal aneh terdeteksi, seorang peneliti kemudian dapat menganalisis sinyal tersebut.
"Menggunakan MeerKAT, Breakthrough Listen akan dapat memindai lebih dari 1 juta bintang selama dua tahun ke depan yang sangat menarik," ungkap Cherry Ng, astrofisikawan di University of Toronto dan ilmuwan proyek di Breakthrough Listen.
Salah satu bintang pertama yang akan diselidiki lebih detail oleh MeerKAT dan Breakthrough Listen adalah Proxima Centauri, bintang terdekat dengan tata surya kita, yang memiliki dua exoplanet yang terletak di zona layak huni bintang tersebut.
Sebelumnya, pada bulan Juni, para astronom Cina menggunakan teleskop Sky Eye yang sangat besar di Guizhou, Cina, sekaligus teleskop radio terbesar di Bumi mengumumkan telah mendeteksi kemungkinan sinyal alien.
Tetapi ini secara cepat dibantah oleh salah satunya penulis study, yang mengutarakan jika signal itu nyaris tentu ialah masalah radio manusia.
(Kompas.com)
Baca juga: Penjelajah Waktu di TikTok Sebut Alien akan Muncul Bulan Ini
Baca juga: Fisikawan Ungkap Kemungkinan Alien Nongkrong di Bola Dyson
Baca juga: NASA akan Kirim Foto Manusia Telanjang untuk Tarik Perhatian Alien
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Teleskop-FAST-teleskop-radio-terbesar-di-dunia-yang-terletak-di-Provinsi-Guizhou-China.jpg)