Rabu, 15 April 2026

Kriminal

Polisi Gerebek Sindikat Narkoba Liquid Vape Sabu

"Penggerebekan tempat pembuatan sabu yang dikemas dalam bentuk liquid ini berhasil kami ungkap dengan adanya joint investigation Ditresnarkoba Polda

Editor: Muliadi Gani
Istimewa
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengungkapkan hasil penggerebekan sindikat narkoba jenis sabu yang dijadikan bentuk liquid vape di sebuah rumah di Jalan Melati Nomor 19, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat pada Sabtu (14/1/2023). 

PROHABA.CO, JAKARTA - Personel Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggerebek aktivitas sindikat narkoba jenis sabu dalam bentuk liquid vape yang beroperasi di sebuah rumah di Jalan Melati Nomor 19, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, pada Sabtu (14/1/2023).

"Penggerebekan tempat pembuatan sabu yang dikemas dalam bentuk liquid ini berhasil kami ungkap dengan adanya joint investigation Ditresnarkoba Polda Metro Jaya dengan pihak Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangan tertulisnya, Minggu (15/1/2023).

Dari penggerebekan ini, ratusan botol liquid atau sabu cair disita.

Bahkan, ada beberapa yang sudah siap diedarkan.

"Barang bukti sebanyak 385 botol dengan berat kurang lebih 16 liter.

Siap edar dan sudah ada yang siap kirim juga," jelasnya.

Baca juga: Edan, Irjen Teddy Minahasa Jual Sabu pada Bandar Narkoba

Baca juga: Tim Elang Nagan Raya Kembali Ringkus IRT Bandar Sabu

Baca juga: Pembunuh Bocah di Makassar Terancam Hukuman Mati

Tak hanya itu saja, pelaku juga menjual liquid sabu tersebut secara bebas di situs online miliknya dengan harga Rp 200.000 per botolnya untuk ukuran 100 miligram.

"Jadi, dari pemeriksaan sementara, pelaku ini baru akan menjual liquid yang diproduksi ke sejumlah pemesan yang berada di Wilayah Jabotabek," ungkapnya.

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Soekarno-Hatta, Zaky Firmansyah menyebutkan investigasi gabungan ini dalam bentuk pembagian informasi dan data.

Menurut Zaky, investigasi gabungan ini sangat berguna dalam menindak kasus peredaran narkotika yang masuk dari luar negeri, baik itu berupa barang jadi maupun bahan baku.

"Bahan baku untuk pembuatan narkotika untuk yang kali ini masuknya bahan baku dari Iran kemudian melintir dulu ke Hongkong baru masuk ke Indonesia," ujar Zaky.

"Ini dua kali pengiriman dalam waktu yang berdekatan dan bisa kami ungkap di tempat kejadian perkara (TKP) saat ini," tambah dia.

(kompas.com)

Baca juga: Ini Cara Obati Asam Urat Secara Alami dan Pakai Obat

Baca juga: Jualan Sabu di Medsos, 4 Pelaku Dicokok dan 1.136 Akun Pembeli

Baca juga: PT Bebaskan Mafia Binjai, Anulir Vonis 7 Tahun PN Binjai, Raja Bisnis Ilegal dan Bandar Sabu

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved