Minggu, 31 Mei 2026

Luar Negeri

AS Tembak Balon Mata-Mata Cina, Cina Kecam AS

Cina mengecam keputusan Pentagon menembak jatuh balon terbang yang disebut AS sebagai balon mata-mata Cina di atas Amerika Utara ...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
AFP/Haley WALSH
Balon mata-mata China ditembak jatuh di atas Pantai Myrtle, Carolina Selatan, AS pada Sabtu (4/2/2023). 

Dua kapal angkatan laut, termasuk satu dengan derek berat untuk pembersihan, berada di area jatuhnya balon.

Baca juga: Pesawat Penumpang Rusia Terbakar Jelang Lepas Landas dari Bandara Phuket Thailand

Cina mengecam keputusan Pentagon menembak jatuh balon terbang yang disebut AS sebagai balon mata-mata Cina di atas Amerika Utara pada Minggu (5/1/2023).

Cina menuduh Amerika Serikat jelas bereaksi berlebihan dan secara serius melanggar praktik internasional.

"Cina mengungkapkan ketidakpuasan dan protes yang kuat terhadap penggunaan kekuatan oleh AS untuk menyerang pesawat sipil tak berawak," kata Kementerian Luar Negeri Cina dalam sebuah pernyataan.

Kemenlu Cina menambahkan bahwa pihaknya berhak untuk melakukan tanggapan lebih lanjut yang diperlukan.

Balon Cina telah beberapa hari terbang di atas Amerika Utara hingga meningkatkan ketegangan antara AS dan Cina.

Balon tersebut pada akhirnya dijatuhkan oleh tembakan rudal dari jet F-22, pada Sabtu (4/2/2023).

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin menyebut, operasi itu sebagai tindakan disengaja dan sah yang dilakukan sebagai tanggapan atas pelanggaran kedaulatan AS oleh Cina yang tidak dapat diterima.

Baca juga: Hakim MY Pengadilan Agama Dipecat, Nikahi Wanita Pemohon Perceraian

Pejabat Amerika pertama kali mengatakan pada Kamis (2/2/2023) bahwa mereka melacak balon mata-mata China yang besar di langit AS.

Hal itu menyebabkan Menteri Luar Negeri Antony Blinken pada Jumat (3/2/2023) membatalkan perjalanan langka ke Beijing yang dirancang untuk mengatasi meningkatnya ketegangan AS-Cina.

Setelah keraguan awal, Beijing mengakui kepemilikan "pesawat".

Tetapi, Cina mengatakan itu adalah balon cuaca yang telah diterbangkan.

Kementerian Luar Negeri China pada Minggu mengatakan telah dengan jelas meminta agar Amerika Serikat menangani masalah ini dengan baik dengan cara yang tenang, profesional, dan terkendali.

Beijing mengatakan AS bersikeras menggunakan kekuatan, jelas bereaksi berlebihan, dan secara serius melanggar praktik internasional.

"Cina akan dengan tegas melindungi hak dan kepentingan yang sah dari perusahaan terkait dan berhak untuk melakukan tanggapan lebih lanjut yang diperlukan," kata Kemenlu China dalam pernyataannya, dikutip dari AFP.

(kompas.com)

Baca juga: Dicurigai sebagai Mata-mata, Negara Eropa Bersamaan Usir Utusan Rusia

Baca juga: Tak Terbukti Mata-mata Asing, 3 WN Malaysia & China yang Diamankan TNI AL Dideportasi

Baca juga: Kekuatan Cina Makin Kuat di Asia Tenggara

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved