Rabu, 6 Mei 2026

Tahukah Anda

Hampir 2/3 Habitat Gajah di Seluruh Asia Hilang

Gajah Asia terdaftar sebagai satwa yang terancam punah. Gajah Asia ditemukan di 13 negara di benua Asia, dan sayangnya menurut peneliti habitat hutan

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
Shutterstock
Konflik gajah dan manusia bagaikan tanpa akhir. Kawanan gajah merusak perkebunan warga di Kabupaten Pidie, Aceh. 

Sedangkan Bhutan, Nepal, dan Sri Lanka juga mengalami penurunan habitat yang signifikan.

Peneliti menemukan adanya percepatan hilangnya habitat gajah sejak tahun 1700, bertepatan dengan perluasan kolonisasi Eropa di wilayah tersebut.

Selama masa itu, penebangan, pembangunan jalan, ekstraksi sumber daya, dan penggundulan hutan meningkat, dan pertanian menjadi lebih intens d i lahan yang mungkin menampung satwa liar.

Di era tersebut juga kita menyaksikan sistem nilai baru, kekuatan pasar, dan kebijakan tata kelola yang menjangkau ke luar kota Eropa ke Asia, mempercepat hilangnya habitat gajah dan fragmentasi spesies.

Baca juga: Ambisi Ilmuan Ingin Hewan-Hewan Punah yang Coba Dihidupkan Lagi dengan Teknologi

Baca juga: Viral, Mobil Alami Kecelakaan Disebut karena Tembakan

Baca juga: Jumlah Spesies Burung Terancam Punah di Indonesia Terbanyak di Dunia

"Pada tahun 1700 seekor gajah secara hipotesis dapat melintasi sebanayak 45 persen area yang cocok tanpa gangguan, tetapi pada tahun 2015 ini turun menjadi hanya 7,5 persen saja," tulis peneliti.

Contohnya saja, India dan Sri Lanka memiliki populasi gajah liar terbesar yang tersisa di Asia Selatan.

Namun, kedua negara itu “diubah” oleh pembangunan jalan era kolonial di mana wilayah mereka diubah menjadi perkebunan dan pemukiman.

Saat ini manusia makin berkembang lebih jauh ke ruang-ruang para gajah itu.

Studi menemukan bahwa di negara bagian Assam di India timur, konflik manusia dengan gajah meningkat secara dramatis pada 1980-an, seiring dengan penurunan tutupan hutan di bawah 30 persen hingga 40 persen bentang alam.

Selain itu, masalah politik dan sosial juga berperan terhadap konflik gajah dan manusia.

Selama krisis Rohingya pada tahun 2017, ribuan minoritas muslim Rohingya dari Myanmar tiba di negara tetangga Bangladesh.

Sekitar 1 juta orang kemudian tinggal di kamp pengungsi terbesar di dunia Cox's Bazar, daerah yang dulunya merupakan hutan dan rumah bagi populasi gajah.

Hilangnya habitat juga berarti gajah bermigrasi dari wilayah biasanya, menciptakan “tantangan bagi komunitas manusia yang memiliki sedikit pengalaman dengan gajah.

” Seperti misalnya yang terjadi pada tahun 2021, jutaan orang terpaku oleh kawanan gajah yang bermigrasi ke luar dari kawasan lindung di Provinsi Yunnan barat daya hina dan berjalan kaki lebih dari 500 kilometer, menginjak-injak tanaman, berkeliaran di kotakota dan menyebabkan kerusakan senilai lebih dari satu juta dolar.

“Gajah umumnya berumur panjang dan sangat mudah beradaptasi.

Jadi, ketika mereka kehilangan rumah, mereka pergi mencari yang baru,” kata de Silva.

Studi tentang habibat gajah ini sudah dipublikasi di jurnal Scientific Reports.

(Kompas.com)

Baca juga: Berikut Daftar Jenis Harimau di Indonesia Yang Hampir Punah

Baca juga: Kawanan Gajah Liar Mengamuk di Mila Pidie

Baca juga: Dugong, Hewan yang Menginspirasi Kisah Putri Duyung, Punah di Cina

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved