Luar Negeri
Trump Tertawakan Vonis Pelecehan Seks Sambil Klaim Pemilu AS Curang
Donald Trump mengaku tidak menyesal dan tetap berpegang teguh pada apa yang dipercayanya di masa lalu. Ini disampaikan mantan presiden itu dengan ..
PROHABA.CO, WASHINGTON DC - Donald Trump mengaku tidak menyesal dan tetap berpegang teguh pada apa yang dipercayanya di masa lalu.
Ini disampaikan mantan presiden itu dengan percaya diri dalam siaran televsi pada Rabu (10/5/2023).
Dalam siaran 70 menit yang kontroversial itu, Trump mengundang tawa dari penonton New Hampshire ketika dia mengejek akun penulis E Jean Carroll terkait tuduhan bahwa Trump telah melecehkannya secara seksual.
Dilansir dari Reuters, Trump juga tak bosan mengulangikebohongan tentang kekalahannya dalam pemilihan tahun 2020.
Dia mengatakan akan mengampuni banyak pendukungnya yang dihukum karena mengambil bagian dalam serangan 6 Januari 2021 di Capitol AS, dan menyebut moderator CNN Kaitlan Collins sebagai “orang jahat”.
Menanggapi pertanyaan dari Collins dan anggota audiensi di Saint Anselm College, Trump tidak berusaha untuk menawarkan posisi yang lebih moderat dalam berbagai masalah.
Hal ini, menurut analis politik, adalah kunci untuk memperluas daya tariknya ke pendukung Partai Republik yang lebih luas.
Baca juga: Trump Dinyatakan Lakukan Serangan Seksual terhadap E Jean Carroll
Baca juga: Adu Argumen Kasus Pemerkosaan Trump, Juri Segera Beri Putusan
Baca juga: Donald Trump Diadili, Pertanyakan Logika Tuduhan Pemerkosaan
Ditanya oleh Collins apakah dia akan mengakui bahwa dia kalah dari Joe Biden pada tahun 2020, Trump menegaskan kembali klaim tidak berdasar bahwa pemilu telah dicurangi, sembari mengesampingkan upayanya untuk memperbaiki catatan tersebut.
“Itu adalah pemilihan yang curang,” kata Trump, menambahkan bahwa siapa pun yang berpikir sebaliknya adalah bodoh.
Trump, kandidat presiden terdepan dalam perebutan nominasi Partai Republik, menolak untuk mengungkapkan penyesalan atas serangan mematikan di Capitol AS ketika para pendukungnya berusaha mencegah Kongres meratifikasi hasil pemilu.
Dia mengulangi rencananya untuk mengampuni individu yang terlibat jika pemilih mengembalikannya ke Gedung Putih pada tahun 2024.
Trump sebelumnya dinyatakan oleh para juri dengan suara aklamasi bertanggung jawab atas serangan seksual terhadap E. Jean Carroll, seorang wanita kolumnis AS, pada tahun 1996.
Dalam putusan itu, Trump juga didenda membayar ganti rugi kepada korbannya.
(Kompas.com)
Baca juga: Perselingkuhan Donald Trump dengan Bintang Porno Berbuntut Panjang
Baca juga: Pasutri “Penjaja” Video Porno Ditangkap Polisi
Baca juga: Mengulik Duduk Perkara Kasus Trump dengan Bintang Porno
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Donald-Trump.jpg)