Tahukah Anda
Peneliti Temukan Air Tertua di Dunia, Berusia Miliaran Tahun
Pada kedalaman sekitar 3 kilometer (1,8 mil) mereka menemukan air mengalir, yang menurut pengujian air tersebut telah berusia antara 1,5 hingga 2,64
Seperti apa rasa air tersebut?
Chris Ballentine, seorang profesor geokimia di University of Manchester di Inggris dan penulis senior studi tersebut mengatakan, air itu tidak bisa diminum, namun ia mengakui bahwa airnya jernih saat pertama kali keluar dari batu.
Meski begitu, Lollar mencoba untuk merasakan air yang ditemukan itu dengan menggunakan jarinya.
"Jika Anda seorang ahli geologi yang bekerja dengan bebatuan, Anda mungkin telah menjilat banyak bebatuan," kata Sherwood Lollar dikutip CNN.
Ia mengatakan bahwa airnya sangat asin dan terasa pahit, jauh lebih asin daripada air laut.
"Ini sama sekali tidak mengejutkan, mengingat usianya sudah lebih dari 2 miliar tahun," pungkasnya.
Baca juga: Semut Mematikan Tertua Ditemukan di Batu Ambar, Berusia 35 Juta Tahun
Baca juga: Batu Ginjal Terbesar di Dunia Didapat dari Perut Mantan Tentara Sri Lanka
Baca juga: Kenapa Danau-Danau Terbesar di Dunia Kini Kehilangan Air, Ini Penyebabnya
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Peneliti Menemukan Air Tertua di Bumi yang Berusia Miliaran Tahun, Bagaimana Rasanya?",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/ilustrasi-air-Air-tertua-di-dunia-di-lubang-bekas-pertambangan.jpg)