Senin, 4 Mei 2026

Tahukah Anda

Misteri Air Terjun Darah Antartika Terungkap, Berikut Penjelasannya

Ahli geografi Inggris, Thomas Griffith Taylor menemukan pemandangan yangmenakutkan ketika melakukan perjalanan melalui Antartika Timur pada tahun 1911

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
Peter Rejcek/NSF/Public Domain via IFLSCIENCE
Ilustrasi Blood Falls atau air terjun darah di Antartika. Selama satu abad, misteri fenomena air terjun darah akhirnya terpecahkan. (Peter Rejcek/NSF/Public Domain via IFLSCIENCE) 

Seperti apa analisisnya?

Air yang berwarna merah darah bukan satu-satunya fitur yang tidak biasa dari Blood Falls Antartika.

Air merah yang merembes keluar dari Blood Falls berasal dari danau air asin yang terperangkap di dalam es selama 1,5 hingga 4 juta tahun.

Faktanya, danau ini hanyalah salah satu bagian dari sistem bawah tanah yang jauh lebih besar dari danau dan akuifer yang sangat asin.

Selain itu, analisis air menunjukkan bahwa badan air superasin yang terkubur adalah rumah bagi ekosistem bakteri subglasial yang langka, meskipun hampir tidak ada oksigen sama sekali.

Ini berarti bakteri bertahan selama jutaan tahun tanpa fotosintesis dan kemungkinan mempertahankan diri melalui siklus besi dari air garam.

Lebih lanjut para ilmuwan percaya bahwa Blood Falls dapat dipelajari untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang planet lain di tempat lain di tata surya.

Studi baru yang akhirnya mengungkapkan misteri air terjun darah di Antartika ini pun telah dipublikasikan di Frontiers in Astronomy and Space Sciences.

(Kompas. com)

Baca juga: Ditemukan Makhluk Biru Misterius di Laut Karibia, Para Ahli Bingung

Baca juga: Di Bawah Es Antartika Ditemukan Fosil Air Laut

Baca juga: Kutub Bumi Memanas, Antartika dan Arktik Alami Panas Ekstrem

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved