Jumat, 17 April 2026

Bahla, Kota Oasis Kuno Dikenal Kota Jin di Oman

Di Kota Bahla ada kepercayaan tak tergoyahkan mengenai jin, yang digambarkan sebagai makhluk gaib yang berbeda dari manusia dan malaikat, tetapi suka

Editor: Muliadi Gani
AFP/KARIM SAHIB
Sebuah foto menunjukkan pemandangan Benteng Bahla, salah satu dari empat benteng bersejarah yang terletak di kaki dataran tinggi Green Mountain di Oman, dan satu-satunya benteng di negara ini yang ditetapkan sebagai Situs Warisan UNESCO, di Bahla, 200 km sebelah utara Muscat, pada tanggal 5 Oktober 2023. Jauh di pedalaman Oman yang gersang, Bahla, sebuah kota oasis kuno, penuh dengan mitos tentang pemakan unta, hyena bermulut api, dan manusia yang berubah menjadi keledai sebuah reputasi keajaiban dan misteri yang masih ada sampai sekarang. Bahla juga dikenal sebagai kota jin. 

PROHABA.CO, BAHLA - Jauh di pedalaman Oman yang kering, Bahla terkenal sebagai kota jin.

Kota oasis kuno ini sering memikat wisatawan karena cerita-cerita mistisnya, mulai dari manusia yang berubah jadi keledai hingga hyena yang mulutnya mengeluarkan api dan suka memangsa unta.

Bahla, kota tenang yang dipenuhi kebun-kebun palem dan rumah-rumah berdinding batako yang tak berpenghuni, terletak sekitar 200 kilometer dari barat daya ibu kota Oman, Muscat.

Kota di provinsi Al-Dakiliya ini dikenal dunia karena pintu gerbang gandanya yang megah dan menjadi salah satu warisan dunia UNESCO.

Di Kota Bahla ada kepercayaan tak tergoyahkan mengenai jin, yang digambarkan sebagai makhluk gaib yang berbeda dari manusia dan malaikat, tetapi suka hidup berdampingan dengan manusia.

Hamad al-Rabaani, seorang pemandu wisata, termasuk satu di antara mereka yang percaya.

Ia bahkan percaya bahwa kekuatan supranatural membangun tembok sepanjang 13 kilometer di sekeliling kota dalam satu malam, untuk melindungi kota dari penjajah.

Baca juga: Iran Sita Kapal Tanker Minyak Menuju AS di Teluk Oman

Jauh di pedalaman Oman yang gersang, Bahla, sebuah kota oasis kuno, penuh dengan mitos tentang pemakan unta, hyena bermulut api, dan manusia yang berubah menjadi keledai, sebuah reputasi keajaiban dan misteri yang masih ada sampai sekarang.

Bahla juga dikenal sebagai kota jin.

“Menurut legenda, ada dua saudara perempuan, keduanya jin yang tinggal di Bahla.

Satu dari mereka membangun tembok untuk melindungi kota dari bandit, sedangkan yang lain menciptakan sistem irigasi kuno untuk pertanian,” jelasnya.

Karena begitu sering terdengar cerita-cerita misterius di sana, tak heran banyak di antara mereka yang pernah berkunjung ke sana ikut terpengaruh.

“Orang-orang cenderung memercayai legenda jin di kota itu karena begitu banyak ceritanya.

Cerita-cerita itu bahkan meresap ke pikiran sebagian orang, terutama mereka yang berusia di atas 70 tahun, atau orang-orang yang belum hidup dengan ilmu pengetahuan dan teknologi modern.

Baca juga: Imigrasi Pastikan Tak Ada Imigran Ilegal dan Rombongan Rohingya yang Mendarat di Sabang

Merekalah yang umumnya percaya pada cerita-cerita itu,” jelas Rabaani.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved