Sabtu, 30 Mei 2026

Berita Kriminal

3 Korban Diracun, 1 Perempuan Dicekik, Kasus Pembunuhan Berantai di Wonogiri

Kasus pembunuhan berantai terjadi di Wonogiri, Jawa Timur menyebabkan hilangnya nyawa sebanyak 4 orang.

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
TribunSolo.com / Erlangga Bima
Sarmo, pembunuh berantai di Wonogiri (berbaju orange), yang dihadirkan saat jumpa pers yang dilangsungkan di Mapolres Wonogiri, Sabtu (9/12/2023). 

Agung Santoso menjadi korban pembunuhan berantai yang dilakukan Sarmo pada 2021 lalu.

Kejadian bermula saat dirinya bertemu dengan Sarmo di sebuah gubuk perkebunan di Kecamatan Girimarto, 24 November 2021.

Dalam pertemuan itu, keduanya membicarakan soal usaha penggergajian yang dijalankan bersama di Kawasan Girimarto.

Korban diduga meminta bagi hasil yang besar dari usaha tersebut.

Baca juga: Pembunuh Berantai asal Cianjur, Bantai Istri, Mertua, hingga Anak

Namun, pelaku kurang setuju dengan permintaan itu karena usaha penggergajian tak selalu ramai.

"Bagi hasilnya kalau pas ramai bisa penuh, karena sepi berkurang, dia tidak bisa menerima."

"Mintanya penuh terus, dikira saya korupsi, saya tidak becus," ungkap Sarmo.

Puncak emosi Sarmo adalah ketika Agung Santoso menunjuk-nunjuk keningnya sambil berkata bahwa penggergajian akan dipindahkan ke Klaten.

Niat jahat Sarmo pun muncul. Ia lantas merencanakan untuk menghabisi nyawa korban dengan memberi minuman yang telah dicampur potas.

Usai menenggak minuman yang diberikan Sarmo, Agung Santoso pun tewas.

Pelaku lantas mengubur jasad korban di area perbukitan.

Sementara itu, korban Sunaryo juga dibunuh oleh Sarmo dengan cara diberi minuman beracun.

Dengan korban Sunaryo, Sarmo mengaku punya urusan utang piutang.

Sarmo menggadaikan mobil Grandmax ke Sunaryo sebesar Rp 48 juta.

"Seharusnya saya kan sudah mengambil, karena sudah tempo saya belum bisa."

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved