Minggu, 31 Mei 2026

Berita Kriminal

3 Korban Diracun, 1 Perempuan Dicekik, Kasus Pembunuhan Berantai di Wonogiri

Kasus pembunuhan berantai terjadi di Wonogiri, Jawa Timur menyebabkan hilangnya nyawa sebanyak 4 orang.

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
TribunSolo.com / Erlangga Bima
Sarmo, pembunuh berantai di Wonogiri (berbaju orange), yang dihadirkan saat jumpa pers yang dilangsungkan di Mapolres Wonogiri, Sabtu (9/12/2023). 

"Akhirnya dia (Sunaryo) terus menekan saya, telatnya dua bulan," ungkap Sarmo.

Baca juga: Brigade Al-Qassam Luncurkan Rudal ke Tel Aviv Saat Israel Rayakan Tahun Baru

Menurut Sarmo, korban Sunaryo kerap menekannya dan mengucapkan kata-kata yang kasar.

"Korban bilang sudah dibantu tapi tidak bisa mengerti, pokoknya mencaci-maki saya," tandasnya.

Ia lantas menghabisi nyawa Sunaryo dengan sebotol air putih yang telah dicampur potas.

Jasad Sunaryo kemudian dikubur di bawah dipan yang berada di tempat penggergajia kayu milik Sarmo.

Sarmo mengaku ketakutan usai melakukan pembunuhan tersebut.

Berbagai cara pun ia lakukan untuk menghilangkan barang bukti, salah satunya dengan membakar jasad Sunaryo.

Saya kubur dulu tiga bulan, kemudian ada polisi naik ke atas (tempat penggergajian) saya panik."

"Dari kepanikan muncul inisiatif untuk menghilangkan jejak dengan membakar," jelasnya.

Korban selanjutnya adalah Sudimo yang juga dibunuh dengan cara diracun.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada informasi lengkap soal motif dan kronologi Sarmo menghabisi nyawa Sudimo.

Lantas korban keempat adalah Katiyani. Ia dibunuh pada 2020 lalu.

Kasat Reskrim Polres Wonogiri, Iptu Yahya Dhadiri mengatakan, Katiyani dan Sarmo kenal lewat Facebook.

Dari situ, keduanya intens berkomunikasi.

Katiyani dan Sarmo kemudian memutuskan untuk bertemu pada 12 Februari 2020.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved