Tahukah Anda
Apa Penyebab Tak Ada Lagi Hewan Berukuran Raksasa? Ini Penjelasannya
Termoregulasi adalah suatu mekanisme makhluk hidup untuk mempertahankan suhu internal agar berada di dalam kisaran yang dapat ditoleransi.
Makhluk-makhluk ini berevolusi menjadi berukuran sangat besar karena berbagai alasan, termasuk pertahanan terhadap predator, strategi makan yang efisien, dan termoregulasi.
PROHABA.CO - Banyak hewan purba punya ukuran raksasa.
Namun, kenapa tidak banyak hewan zaman modern yang berukuran raksasa seperti yang hidup di zaman purba?
Di Era Mesozoikum, dinosaurus adalah hewan yang menguasai Bumi.
Makhluk-makhluk ini berevolusi menjadi berukuran sangat besar karena berbagai alasan, termasuk pertahanan terhadap predator, strategi makan yang efisien, dan termoregulasi.
Termoregulasi adalah suatu mekanisme makhluk hidup untuk mempertahankan suhu internal agar berada di dalam kisaran yang dapat ditoleransi.
Istilah ini juga bermakna proses yang terjadi pada hewan untuk mengatur suhu tubuhnya agar tetap konstan dinamis.
Setelah kepunahan dinosaurus, mamalia yang kemudian “mencuri” panggung.
Dengan begitu, banyak relung ekologi yang tiba-tiba kosong.
Baca juga: Ilmuwan Coba Menghidupkan Lagi Bison Purba dari 8.000 Tahun Lalu
Nenek moyang mamalia dengan cepat membengkak dari seukuran tikus menjadi megafauna yang legendaris, seperti mamut berbulu dan Megatherium, seekor kungkang tanah raksasa yang sangat tinggi.
Pada abad ke-19, ahli paleontologi asal Amerika, Edward Drinker Cope, memperhatikan pola-pola ini dan mengumpulkan data yang akhirnya membawanya pada simpulan bahwa garis keturunan populasi kemungkinan besar lebih besar daripada nenek moyang mereka.
Gagasan ini terpatri dalam biologi evolusioner sebagai Aturan Cope.
Aturan Cope berakar pada pengamatan bahwa hewan yang lebih besar sering kali memiliki keunggulan evolusioner tertentu, seperti peningkatan tingkat kelangsungan hidup, peningkatan kemampuan predator atau pertahanan, dan efisiensi yang lebih besar dalam pemanfaatan energi.
Namun, ini tidak berarti sempurna. Reptil misalnya, telah berkurang ukurannya secara drastis sejak zaman dinosaurus hingga saat ini.
Faktanya, di zaman sekarang, kita tampaknya menyaksikan tren kebalikan dari apa yang diamati oleh Cope.
| 9 Makanan Kaya Zat Besi untuk Atasi Anemia Secara Alami, Biji Labu hingga Brokoli |
|
|---|
| Ikan Gabus, Dari Tradisi Penyembuhan Luka hingga Potensi Antioksidan dan Antihipertensi |
|
|---|
| Pohon Sawit Tak Dapat Gantikan Fungsi Hutan, Berikut Penjelasannya |
|
|---|
| Versi Terbaru Kebutuhan Protein Manusia Per Hari, Berikut Penjelasan Ahli |
|
|---|
| Tempe Goreng Lebih Sehat daripada Keripik Tempe, Begini Penjelasan Pakar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Ilustrasi-kehidupan-dinosaurus.jpg)