Berita Kriminal
Tiga Pria Mengaku Polisi Aniaya Mahasiswa UINSU, Hp Korban Dirampas dan Diperas Rp 60 Juta
AK (17), seorang mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) menjadi korban penganiayaan dan perampokan tiga pria yang mengaku sebagai
PROHABA.CO, MEDAN - AK (17), seorang mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) menjadi korban penganiayaan dan perampokan tiga pria yang mengaku sebagai personel polisi.
Kejadian itu terjadi saat AK melintasi Jalan TB Simatupang, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Jumat (23/2/2024). Akibatnya, ponsel AK raib dan keluarganya sempat diperas sebesar Rp 60 juta.
Menurut AK, peristiwa terjadi sekitar pukul 21.30 WIB, kala dia berangkat dari rumahnya di Desa Paya Geli, Sunggal, Deli Serdang mengendarai sepeda motor menuju ke ruko milik orang tuanya di Jalan TB Simatupang.
Saat tiba di Jalan TB Simatupang, tepatnya di Rumah Sakit Sundari, AK dipepet sebuah mobil Suzuki Ertiga, hingga sepeda motornya terjatuh.
“Setelah itu ada dua pria yang keluar dari mobil, pria berbaju hitam dan pria mengenakan kemeja putih, (lalu) ada satu lagi di dalam mobil mengenakan baju lengan panjang,” kata AK saat diwawancarai wartawan di Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Senin (26/2/2024).
Ketiga orang yang mengaku polisi dari Kepolisian Sektor Sunggal menuduh AK sebagai pemakai narkoba dan pemabuk.
Baca juga: Mengaku Punya Ilmu Hitam, Seorang Ibu Muda di Surabaya Tega Menyiksa Anak Kandungnya
"Saya tidak terima, terus mereka mengaku anggota kepolisian, saya dipiting dan dibawa ke pinggir jalan, mereka menjambak terus kepala saya ditekuk,” ujar AK.
Setelah itu, AK digeledah dan ponselnya dirampas, serta memaksa dia membuka sandinya. Namun AK menolaknya.
"Terus mereka minta nomor HP orang tua saya.
Pria yang baju lengan panjang ini, sambil memiting saya mengaku anggota Polsek Sunggal bernama AKP Irvan," ujar AK.
Setelah itu, warga mulai datang mengerumuni lokasi kejadian. Para pelaku pun terlihat panik lalu kabur sambil membawa ponsel AK.
AK kemudian meminjam ponsel neneknya untuk menelpon ayahnya yang sedang berada di luar rumah.
Dia pun menceritakan kejadian yang dialaminya.
Dari komunikasi tersebut, ternyata pelaku sempat menghubungi ayahnya dan meminta uang sebesar Rp 60 juta.
“Mereka masih mengaku anggota Polsek Sunggal, sempat mereka minta uang Rp 60 juta, untuk menebus saya yang ditangkap, padahal (itu) tidak benar,” ujar AK.
| Personel TNI AD Jadi Korban Pengeroyokan di Depok, Kasus Dipicu Teguran ke Ibu yang Emosi |
|
|---|
| Misteri Jenazah Perempuan dengan Boneka Pikachu di Bangkalan Terungkap, Anak Tiri Jadi Pelaku |
|
|---|
| Bareskrim Polri Buru Dua Wanita Pengendali 5 Kg Sabu di Makassar |
|
|---|
| Terjerat Utang, Remaja Putri Jadi Korban Eksploitasi di Musi Banyuasin |
|
|---|
| Duel Maut di Pulau Kodingareng Makassar, Perselisihan Anak Berujung Tewasnya Seorang Ayah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Ilustrasi-penganiayaan-70.jpg)