Rabu, 22 April 2026

Luar Negeri

Sadiq Khan, Muslim yang Tiga Kali Menang Pimpin Kota London

Sadiq Khan mencetak sejarah pada Sabtu (4/5/2024), setelah menjadi wali kota pertama yang terpilih untuk masa jabatan ketiga di London, Inggris.

Editor: Muliadi Gani
Foto:AFP/TOLGA AKMEN
Sadiq Khan kembali terpilih sebagai wali kota London Inggris. 

PROHABA.CO, LONDON - Sadiq Khan, seorang politisi Muslim, pada hari Sabtu terpilih kembali untuk masa jabatan ketiga sebagai Wali Kota London.

Dia mengalahkan rekor pendahulunya; Boris Johnson, sebagai pemimpin terlama Ibu Kota Inggris tersebut.

Sadiq Khan mencetak sejarah pada Sabtu (4/5/2024), setelah menjadi wali kota pertama yang terpilih untuk masa jabatan ketiga di London, Inggris.

Ia punya segudang pekerjaan yang harus dibereskan.

Khan telah berjanji akan membersihkan Sungai Thames hingga bisa dipakai untuk berenang oleh warga kota itu.

Polusi di Sungai Thames bukan isu kampanye utama, tapi hal itu adalah tujuan yang berani mengingat jalur air tersebut dinyatakan mati secara biologis tidak lama sebelum kelahiran Khan di London pada tahun 1970.

Selain itu, Sungai Thames mengalir sebagai semacam saluran pembuangan terbuka ketika hujan deras mengguyur sistem perpipaan kuno London.

Menjinakkan Sungai Thames bukanlah kali pertama Khan berenang melawan arus.

Narasinya dibangun untuk mengatasi rintangan.

Seperti yang sering Khan tekankan, dia adalah putra seorang sopir bus dan penjahit dari Pakistan.

Ia dibesarkan di apartemen perumahan umum dengan tiga kamar tidur bersama tujuh saudara kandung di London Selatan.

Dia menempuh pendidikan di sekolah yang keras dan melanjutkan belajar hukum.

Dia adalah seorang pengacara hak asasi manusia (HAM) sebelum terpilih menjadi anggota Parlemen pada 2005 sebagai anggota Partai Buruh kiri-tengah, mewakili wilayah tempat dia dibesarkan.

Baca juga: Fosil Reptil Purba Berukuran Dua Dus Ditemukan di Pantai Inggris, Mungkin Terbesar di Laut

Pada 2016, ia menjadi pemimpin muslim pertama di negara-negara Barat, mengalahkan lawannya yang kampanye wali kotanya, menurut Patrick Diamond, “setidaknya agak Islamofobia.”

Patrick adalah seorang profesor kebijakan publik di Queen Mary University of London.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved