Tahukah Anda
Kanker Berkorelasi dengan Pola Makan, Begini Penjelasannya
Menurut penelitian, pola makan yang sehat bergizi dapat mengurangi risiko kanker. Karenanya, Anda perlu mengetahui apa saja makanan pemicu kanker
Sebuah tim peneliti dari National University of Singapore (NUS) telah menemukan temuan baru yang dapat membantu menjelaskan hubungan antara risiko kanker dan pola makan yang buruk, serta risiko penyakit umum seperti diabetes yang timbul dari pola makan yang buruk.
PROHABA.CO - Menurut penelitian, pola makan yang sehat bergizi dapat mengurangi risiko kanker. Karenanya, Anda perlu mengetahui apa saja makanan pemicu kanker yang perlu diwaspadai.
Namun, ketika bahan makanan tersebut dikonsumsi dalam jumlah besar, maka hal ini bisa menjadi masalah.
Salah satunya adalah meningkatkan risiko seseorang untuk terserang jenis kanker tertentu.
Maka dari itu, penting untuk membatasi beberapa jenis bahan makanan tersebut.
Tentunya sebagai upaya untuk menerapkan pola makan yang sehat dan melindungi diri dari risiko kanker tertentu.
Sebuah tim peneliti dari National University of Singapore (NUS) telah menemukan temuan baru yang dapat membantu menjelaskan hubungan antara risiko kanker dan pola makan yang buruk, serta risiko penyakit umum seperti diabetes yang timbul dari pola makan yang buruk.
Baca juga: Simak 6 Manfaat Kurma untuk Kesehatan, Bantu Cegah Kanker
Wawasan yang diperoleh dari penelitian ini menjanjikan kemajuan dalam strategi pencegahan kanker yang bertujuan untuk mendorong penuaan yang sehat.
Kanker disebabkan oleh interaksi antara gen dan faktor-faktor di lingkungan, seperti pola makan, olahraga, dan polusi.
Bagaimana faktor-faktor lingkungan tersebut meningkatkanrisiko kanker masih belum jelas.
Namun, sangat penting untuk memahami hubungan antarfaktor ini jika ingin mengambil tindakan pencegahan akan risiko kanker.
Berdasarkan artikel yang terbit di jurnal Cell tahun 2024, tim peneliti dari NUS pertama kali mempelajari pasien yang berisiko tinggi terkena kanker payudara atau ovarium karena mereka mewarisi salinan gen kanker yang salah "BRCA2" dari orang tua mereka.
Penelitian menunjukkan bahwa sel-sel dari pasien tersebut sangat sensitif terhadap efek metilglioksal, yaitu bahan kimia yang dihasilkan ketika sel-sel memecah glukosa untuk menghasilkan energi.
Baca juga: Mau Awet Muda, Jalani Pola Makan Sehat dan Seimbang, Ini Tipsnya
Baca juga: Mengenal Kanker Paru-paru: Kanker Penyumbang Kematian Terbesar
Penelitian menunjukkan bahwa bahan kimia dari proses metilglioksal ini dapat menyebabkan kesalahan pada DNA yang merupakan tanda peringatan awal perkembangan kanker.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa orang-orang yang tidak mewarisi salinan gen BRCA2, tetapi mengalami tingkat metilglioksal yang lebih tinggi dari normal, seperti pasien dengan diabetes atau pradiabetes, atau pasien dengan obesitas atau pola makan yang buruk juga dapat berisiko lebih tinggi terkena kanker, dikutip dari The Independent.
| 9 Makanan Kaya Zat Besi untuk Atasi Anemia Secara Alami, Biji Labu hingga Brokoli |
|
|---|
| Ikan Gabus, Dari Tradisi Penyembuhan Luka hingga Potensi Antioksidan dan Antihipertensi |
|
|---|
| Pohon Sawit Tak Dapat Gantikan Fungsi Hutan, Berikut Penjelasannya |
|
|---|
| Versi Terbaru Kebutuhan Protein Manusia Per Hari, Berikut Penjelasan Ahli |
|
|---|
| Tempe Goreng Lebih Sehat daripada Keripik Tempe, Begini Penjelasan Pakar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Virus-HIV.jpg)